PLO Protes Pembukaan Kedubes Guatemala di Al Quds
-
Saeb Erekat
Organisasi Pembebasan Palestina, PLO menyebut langkah Guatemala yang mengekor Amerika Serikat, dengan ikut membuka kedutaan besarnya di kota Baitul Maqdis, sebagai pelanggaran hukum internasional dan resolusi Dewan Keamanan PBB terkait Al Quds.
Pasca pemindahan kedubes Amerika dari Tel Aviv ke Al Quds yang menyulut protes keras dunia dan berujung dengan pembunuhan demonstran Palestina oleh militer rezim Zionis Israel, pemerintah Guatemala, Rabu (16/5/2018) menjadi negara kedua yang memindahkan secara resmi kedubesnya ke Baitul Maqdis.
Acara peresmian kedutaan besar Guatemala di Baitul Maqdis disaksikan langsung oleh Presiden Guatemala, Jimmy Morales dan Perdana Menteri rezim Zionis Israel, Benjamin Netanyahu.
Mehr News mengutip situs berita El Nashra melaporkan, Sekjen Komite Eksekutif PLO, Saeb Erekat menyesalkan kesalahan bersejarah yang dilakukan Jimmy Morales itu.
Erekat mengatakan, pembukaan kedubes Guatemala di Baitul Maqdis bukan hanya pengkhianatan terhadap rakyat Palestina, bahkan terhadap jutaan warga Amerika Latin yang memperjuangkan nilai-nilai keadilan dan perdamaian.
Sekjen PLO menilai pembukaan kedubes Guatemala di Al Quds sebagai bentuk dukungan mutlak negara itu atas Israel.
"Sikap Morales yang bersikeras melanggar hukum internasional ini, tidak terlalu mengejutkan, karena sebelumnya ia juga menentang penyelidikan internasional terkait korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan di negaranya," tukas Erekat. (HS)