Utusan Khusus PBB Tinggalkan Yaman Tanpa Memberi Penjelasan
-
Utusan Khusus PBB untuk Urusan Yaman Martin Griffiths
Utusan Khusus PBB untuk Urusan Yaman Martin Griffiths telah mengunjungi Sanaa, ibu kota Yaman untuk membicarakan perang yang terjadi di al-Hudaydah, namun dia kemudian meninggalkan negara ini tanpa menjelaskan pencapaian yang diperoleh dari dialog tersebut.
Griffiths tiba di Sanaa pada hari Minggu, 17 Juni 2018 dan bertemu dengan para pejabat Pemerintahan Penyelamatan Nasional Yaman.
Dalam pertemuan tersebut, dia dan para pejabat Yaman membicarakan upaya internasional untuk menyelesaikan krisis di negara ini, mengakhiri blokade bandara-bandara Yaman dan masuknya bantuan kemanusiaan yang diperlukan.
Menurut IRIB, Selasa (19/6/2018), Ketua Dewan Tinggi Politik Yaman Mahdi al-Mashat dalam pertemuan dengan Griffiths mengatakan, PBB harus memainkan perannya dalam mengurangi krisis kemanusiaan di Yaman akibat agresi koalisi pimpinan Arab Saudi.
Sejak 13 Juni 2018, koalisi militer pimpinan Arab Saudi memulai serangan luas ke Yaman barat untuk menduduki Pelabuhan al-Hudaydah.
Serangan yang didukung Amerika Serikat, Perancis dan Inggris itu dilancarkan meski telah diperingatkan mengenai memburuknya kondisi kemanusiaan di Yaman.
Al-Hudaydah adalah jalur utama pengiriman bantuan kemanusiaan ke Yaman. PBB baru-baru ini menyatakan kekhawatiran atas perkembangan di kota al-Hudaydah.
Arab Saudi dengan dukungan AS, Uni Emirat Arab dan beberapa negara lainnya, melancarkan agresi militer ke Yaman sejak Maret 2015.
Pasukan agresor juga memblokade Yaman dari darat, laut dan udara, sehingga menambah penderitaan rakyat negara itu.
Invasi militer Saudi dan sekutunya ke Yaman hingga sekarang telah merenggut nyawa belasan ribu warga negara ini dan melukai puluhan ribu lainnya. (RA)