Bertemu Lavrov, Netanyahu Ulangi Klaim Anti Iran
-
Netanyahu dan Lavrov
Perdana Menteri rezim Zionis Israel Benyamin Netanyahu Senin (23/7) bertemu dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov di al-Quds pendudukan.
Menurut laporan berbagai media, Netanyahu di pertemuan ini menuding Republik Islam Iran mengirim dan memproduksi senjata di Suriah serta meminta Lavrov mengawasi seluruh jalur penyeberangan di perbatasan Suriah dan Lebanon untuk mencegah pengiriman senjata kepada Hizbullah.
Perdana menteri Israel juga mengklaim Republik Islam Iran berusaha membangun pangkalan militer di Suriah. Netanyahu menekankan Israel akan melanjutkan langkah-langkah mencegah upaya Iran membangun pangkalan militer di Suriah.
Klaim Netanyahu ini dirilis di saat petinggi Rusia berulang kali menyatakan kehadiran Iran di Suriah sebatas jasa konsultasi dan penasehat militer serta atas permintaan Damaskus.
Moskow senantiasa menekankan bahwa Rusia, Iran dan Hizbullah sebagai pelindung Suriah terhadap terorisme.
Krisis Suriah meletus sejak tahun 2011 seiring dengan serbuan besar-besaran kelompok teroris dukungan Arab Saudi, AS dan sekutunya untuk mengubah konstelasi regional demi keuntungan rezim Zionis. Menyusul aksi ini, Suriah meminta Iran membantu Damaskus untuk memerangi teroris.
Militer Suriah pada 19 November 2017 dengan bantuan penasehat militer Iran berhasil membebaskan kota al-Bukamal di selatan Provinsi Deir Ezzor di timur Suriah yang menjadi pangkalan terakhir kelompok teroris Daesh.
Dengan dibebaskannya al-Bukamal, maka keberadaan teroris Daesh di Suriah hanya terbatas di gurun pasir dan lembah di sekitar Provinsi Deir Ezzor dan Homs.
Sementara itu, kelompok teroris lainnya juga tengah mengalami kekalahan. Adapun Israel sangat khawatir dengan kekalahan kelompok teroris di Suriah. (MF)