Hamas-Fatah Kecam Pernyataan Terbaru Trump Mengenai al-Quds
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i61165-hamas_fatah_kecam_pernyataan_terbaru_trump_mengenai_al_quds
Gerakan Muqawama Islam Palestina (Hamas) dan Gerakan Fatah mengecam pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyerukan agar "al-Quds ditinggalkan dari meja perundingan."
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Aug 23, 2018 04:53 Asia/Jakarta
  • Logo Hamas dan Fatah.
    Logo Hamas dan Fatah.

Gerakan Muqawama Islam Palestina (Hamas) dan Gerakan Fatah mengecam pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyerukan agar "al-Quds ditinggalkan dari meja perundingan."

Trump dalam pernyataannya pada Rabu pagi, 22 Agustus 2018 menyinggung prakarsa tawarannya untuk menyelesaikan masalah Palestina dan keputusannya dalam memperkenalkan al-Quds sebagai ibukota rezim Zionis Israel. Dia menyerukan agar al-Quds  dihapus dari meja perundingan.

 

Menurut Pusat Informasi Palestina, Hamas dalam pernyataannya mengumumkan bahwa statemen Trump tentang penghapusan al-Quds dari meja perundingan sebagai "aneh dan berbahaya."

 

Sementara itu, Gerakan Fatah menegaskan tidak ada penyelesaian dan kompromi tanpa mempertimbangan al-Quds sebagai ibu kota Negara Palestina, meskipun jika perselisihan itu akan berlangsung selamanya.

 

"Satu-satunya jalan untuk menyelesaikan isu Palestina adalah pelaksanaan resolusi-resolusi internasional," tegas Gerakan Fatah dalam pernyataannya.

 

Di sisi lain, Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) menyebut pernyataan terbaru presiden AS tentang al-Quds sebagai statemen yang tidak berharga.

 

Ahmad Tamimi, anggota Komite Eksekutif dan Kepala Lingkaran Hak Asasi Manusia dan Masyarakat Sipil PLO menuturkan, pernyataan Trump mengenai al-Quds hanya dalam kerangka kebijakan memihak AS kepada rezim Zionis.

 

Selain itu, lanjut Tamimi, statemen Trump hanya mimpi AS untuk melaksanakan "kesepakatan abad" dan menghapus al-Quds sebagai ibu kota Negara Palestina. (RA)