Ketika PBB Menyebut Pejabat Saudi Bertanggung Jawab atas Pembunuhan Khashoggi
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i67366-ketika_pbb_menyebut_pejabat_saudi_bertanggung_jawab_atas_pembunuhan_khashoggi
Pelapor Khusus PBB untuk urusan hukuman mati ekstra yudisial dan sewenang-sewenang yang juga memimpin tim pencari fakta terkait pembunuhan Jamal Khashoggi hari Kamis (07/02), dalam sebuah laporan menyebut para pejabat pemerintah Arab Saudi sebagai penanggung jawab langsung pembunuhan Jamal Khashoggi, wartawan dan kritikus pemerintah Saudi.
(last modified 2026-04-12T10:02:39+00:00 )
Feb 08, 2019 17:44 Asia/Jakarta
  • Agnes Callamard, Pelapor Khusus PBB
    Agnes Callamard, Pelapor Khusus PBB

Pelapor Khusus PBB untuk urusan hukuman mati ekstra yudisial dan sewenang-sewenang yang juga memimpin tim pencari fakta terkait pembunuhan Jamal Khashoggi hari Kamis (07/02), dalam sebuah laporan menyebut para pejabat pemerintah Arab Saudi sebagai penanggung jawab langsung pembunuhan Jamal Khashoggi, wartawan dan kritikus pemerintah Saudi.

Agnes Callamard, Pelapor Khusus PBB untuk urusan hukuman ekstra yudisial dan sewenang-wenang menekankan bahwa pembunuhan brutal ini direncanakan dan dilaksanakan oleh para pejabat Arab Saudi.

Agnes Callamard, Pelapor Khusus PBB untuk urusan hukuman ekstra yudisial dan sewenang-wenang

Callamard saat mempresentasikan temuan penelitian awal tentang kasus tersebut ke Dewan Hak Asasi Manusia PBB, mengumumkan bahwa ia akan merilis laporan akhir pada Juni 2019.

Jamal Khashoggi, jurnalis dan kritikus Saudi menghilang pada 2 Oktober setelah tiba di Konsulat Arab Saudi di Istanbul.

Setelah beberapa hari diam, menolak dan mengingkari hubungannya dengan pembunuhan tersebut, akhirnya rezim Saudi mengakui Khashoggi dibunuh di konsulat negara itu di Turki setelah mendapat tekanan komunitas internasional.

Sebagaimana yang ditunjukkan oleh bukti-bukti, Khashoggi dibunuh oleh satu tim teror Saudi kemudian badan-badannya dimutilasi. Tetapi rezim Saudi yang berusaha mencitrakan aksi tersebut sebagai aksi kejahatan yang dilakukan dengan inisiatif sendiri oleh para pelakunya menggelar peradilan formalitas terhadap sejumlah para pejabat keamanan negara ini guna mengurangi sensifitas terhadap para pejabat tinggi negara ini.

Dengan kata lain, para pejabat Saudi telah mengkonfirmasi pembunuhan itu, tetapi mereka berusaha untuk membebaskan Mohammed bin Salman dari tuduhan terlibat dalam perencanaan pembunuhan tersebut. Riyadh bersikeras bahwa pembunuhan brutal ini tidak ada hubungannya dengan keluarga kerajaan Saudi, terutama Mohamed bin Salman, tetapi berbagai laporan dan dokumen menunjukkan bahwa kejahatan itu dilakukan dan dikelola oleh pejabat tertinggi di Arab Saudi.

Sementara itu, organisasi-organisasi internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa berulang kali mengkritik upaya Saudi untuk melemahkan upaya internasional untuk mengklarifikasi tingkat kejahatan ini. Setelah hampir empat bulan kejahatan ini, karena sikap Al Saud menyembunyikan masalah ini dan berupaya untuk menutupi kejahatannya dalam pembunuhan ini, banyak dimensinya masih tetap tidak jelas, dan tidak ada berita soal jenazah Jamal Khashoggi.

Jamal Khashoggi

Realitas hak asasi manusia di Arab Saudi adalah bahwa dalam beberapa tahun terakhir telah menyaksikan perkembangan mengejutkan dalam kejahatan dan penindasan terorganisir, yang, secara total, telah menjadi tahap yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah hak asasi manusia di negara itu dan menyebabkan keprihatinan internasional dalam ini.

Madawi al-Rasheed, aktivis hukum Saudi menilai para pembunuh Jamal Khashoggi yang belum dihakimi sebagai ancaman bagi oposisi Saudi. Al-Rasheed mengatakan, "Ditutupnya dokumen kejahatan pembunuhan Khashakhji tanpa para pelaku diadili akan menyebabkan banyak para oposan Saudi takut dibunuh oleh rezim Riyadh dan hidup dalam ketakutan terus-menerus.

Menurut perempuan oposisi Saudi ini, jika para pembunuh Khashoggi tidak dihukum, ini akan menyebabkan banyak pengunjuk rasa Saudi akan ditindak oleh oleh rezim Saudi dan mungkin akan dibunuh dengan cara brutal seperti yang dilakukan terhadap Khashoggi.

Al-Rasheed juga menyinggung masalah pembunuhan di konsulat Saudi di Turki dan menilainya telah melanggar perjanjian diplomatik. Menurutnya, "Sedemikian luasnya penindasan yang dilakukan terhadap para oposisi, sehingga itupun dilakukan di luar negara ini."

Madawi al-Rasheed, aktivis hukum Saudi

Terlepas dari upaya para pejabat Saudi dan Donald Trump,Ppresiden Amerika Serikat untuk menunjukkan Al Saud tidak bersalah, khususnya putra mahkota Arab Saudi, Mohamed bin Salman dalam pembunuhan Khashoggi, sikap PBB yang bersikeras untuk menindaklanjuti dokumen pembunuhan ini merupakan respons terhadap langkah AS dan Saudi untuk menutupi peran mereka dalam skandal ini.

Opini publik dunia juga menyerukan upaya lebih lanjut oleh PBB untuk mengklarifikasi landasan pembunuhan Jamal Khashoggi serta peran penting Al Saud dan peran di balik layar pemerintah Amerika Serikat dalam tindakan anti-kemanusiaan ini.