Nasrullah: Hizbullah Bisa Kembalikan Israel ke Zaman Batu
-
Sayid Hassan Nasrullah
Sekjen Hizbullah Lebanon, Jumat (12/7/2019) malam dalam wawancara dengan stasiun televisi Al Manar mengatakan, meski terus disanksi dan ditekan, gerakan perlawanan justru semakin kuat dan mengalami kemajuan pesat.
IRIB (13/7) melaporkan, Sayid Hassan Nasrullah menjelaskan, poros perlawanan di setiap arena termasuk pendidikan, militer dan spiritualitas, mengalami kemajuan yang cukup signifikan, dan musuh hari ini merasa lebih ketakutan menghadapi poros perlawanan daripada sebelumnya.
Sekjen Hizbullah juga menyinggung kemampuan rudal kelompok perlawanan dan menuturkan, kubu perlawanan mengetahui bahwa rudal-rudalnya bisa mengembalikan Israel ke zaman batu.
Menurut Sayid Hassan Nasrullah, proyek "Kesepakatan Abad" yang digagas Amerika Serikat pasti akan gagal.
Ia menambahkan, proyek Amerika dan sekutu-sekutunya untuk menghancurkan Palestina, sampai kapanpun tidak akan pernah berhasil karena rakyat Palestina bersatu dan bangkit, juga karena Iran terus memberikan perlawanan.
Sehubungan dengan krisis Suriah, Nasrullah menuturkan, Suriah sekarang berada dalam kondisi yang jauh lebih baik dibandingkan 8 tahun sebelumnya.
Lebih lanjut ia menerangkan, apapun yang sekarang kita lihat di Suriah adalah kemenangan besar bagi Damaskus, poros perlawanan dan Rusia, dan kekalahan besar bagi Israel dan sekutu-sekutunya.
Sekjen Hizbullah juga menyinggung sanksi dan tekanan Amerika terhadap Iran. Menurutnya rakyat Iran tidak akan pernah menyerah di hadapan blokade dan sanksi.
Pada saat yang sama, Sayid Hassan Nasrullah memperingatkan Amerika terkait segala bentuk manuver militernya terhadap Iran. Ia menegaskan, jika perang terhadap Republik Islam Iran sampai terjadi, maka seluruh kawasan akan terbakar dan Tehran sampai kapanpun tidak akan sendiri.
Ia menegaskan, setiap negara atau rezim yang terlibat dalam perang melawan Iran harus siap menanggung akibatnya.
Terkait perlawanan rakyat Yaman atas agresi militer Arab Saudi, Nasrullah mengatakan, rakyat Yaman hari ini mampu menyerang sebagian besar bandara Saudi dan lokasi-lokasi di Uni Emirat Arab, tapi mereka akan melakukannya secara bertahap. (HS)