Ketika Zionis Israel Sangat Ketakutan dengan Peringatan Sayid Hasan Nasrullah
-
Sayid Hasan Nasrullah, Sekjen Hizbullah Lebanon
Peringatan keras Sayid Hasan Nasrullah Ahad lalu, 27 Agustus bahwa militer Israel sedang menunggu balasan kami telah memicu kepanikan di antara para pemimpin Zionis.
Sayid Hasan Nasrullah, Sekjen Hizbullah Ahad malam menanggapi serangan drone rezim Zionis ke wilayah selatan Beirut dan menegaskan bahwa Hizbullah Lebanon pasti akan membalas serangan Zionis ini,
Pasca peringatan Ahad lalu Sayid Hasan Nasrullah, Kabinet Zionis Israel segera mengadakan sidang. Hasil dari sidang ini adalah militer Zionis Israel harus memperkuat kehadiran pasukannya di perbatasan Lebanon dan mencegah lalu-lalang kendaraan sipil di daerah-daerah tertentu di dekat garis perbatasan daerah yang diduduki dengan Lebanon.
Surat kabar berbahasa Arab, The Independent juga mengutip dari sumber terpercaya Zionis menulis, "Zionis Israel telah merekomendasikan kedutaan besar, konsulat dan wakil-wakilnya di seluruh dunia untuk lebih berhati-hati dan meminta para wakil seniornya untuk tidak meninggalkan rumahnya selama beberapa ke depan dan tidak berlalu-lalang."
Langkah-langkah ini menunjukkan para pemimpin Zionis Israel sangat ketakutan dan kebingungan setelah peringatan tegas Sayid Hasan Nasrullah. Salah satu alasan terpenting ketakutan yang sangat ini dikarenakan rezim Zionis mengetahui bahwa Sayid Hasan Nasrullah ketika berbicara pasti melaksanakannya. Dalam hal ini, Ben-Ami seorang pakar Zionis mengatakan, "Masalah yang dihadapi Zionis adalah sebelumnya Nasrullah telah membuktikan sebagai pribadi jujur dan tidak berkata bohong."
Poin lainnya, rezim Zionis Israel tidak memiliki informasi yang detil terkait kemampuan pencegahan dan penyerangan Hizbullah Lebanon. Karena sejak tahun 2006 hingga kini, Zionis Israel tidak berperang dengan Hizbullah Lebanon. Sekalipun demikian, rezim Zionis mengetahui bahwa kini kemampuan Hizbullah Lebanon tidak dapat dibandingkan dengan tahun 2006. Karenanya, Zionis Israel khawatir kebingungan menghadapi kemungkinan balasan Hizbullah dan terpaksa menerima kerugian yang sangat besar.
Selain itu, Sayid Hasan Nasrullah mengkonfirmasikan Hizbullah akan membalas tegas, tapi tidak mengumumkan kapan waktu membalas, tapi memperingatkan dan mengumumkan agar Zionis Israel menanti balasan Hizbullah. Masalah ini sangat membingungkan Zionis Israel dan kabinet Netanyahu.
Abdel Bari Atwan, analis top Arab dalam hal ini menulis, "Semua sepakat bahwa menanti hukuman mati lebih menyakitkan ketimbang pelaksanaannya sendiri dan situasi itu kini menghantui rezim Zionis. Rezim penjajah saat ini dalam ketakutan serangan tiba-tiba dan sedang mempersiapkan diri tidak seperti sebelumnya. Para pasukan, jet-jet tempur dan Iron Dome (Kubah Besi) telah dipersiapkan sepenuhnya."
Situasi ini sangat memakan banyak biaya bagi Netanyahu. Karena ia sebenarnya tengah memainkan masalah keamanan sebagai kartu kemenangannya dalam pemilu parlemen pada 17 September, tetapi peringatan tegas Sayid Hasan Nasrullah telah membuat kabinet Netanyahu sekarang dalam kondisi sangat khawatir akan keamanannya menjelang pemilu legislatif.