UEA; Dari Perang Hingga Konspirasi Melawan Muqawama
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i75335-uea_dari_perang_hingga_konspirasi_melawan_muqawama
Uni Emirat Arab (UEA) setelah berpartisipasi dalam perang terhadap Yaman, sekarang memainkan peran aktif dalam konspirasi terhadap Lebanon dan Irak.
(last modified 2026-02-13T17:18:09+00:00 )
Nov 05, 2019 10:46 Asia/Jakarta
  • Bendera Uni Emirat Arab
    Bendera Uni Emirat Arab

Uni Emirat Arab (UEA) setelah berpartisipasi dalam perang terhadap Yaman, sekarang memainkan peran aktif dalam konspirasi terhadap Lebanon dan Irak.

Pemerintah UEA adalah sekutu utama Arab Saudi dalam perang terhadap Yaman. UEA dapat dikatakan bertindak bijak dalam perangnya terhadap Yaman karena tidak mempercayai pemerintah Yaman yang mengundurkan diri dan mengorganisir kelompok-kelompok baru yang hanya bergantung pada Abu Dhabi, termasuk Dewan Transisi Selatan. Ketika UEA mengakui kekalahan koalisi Saudi dalam perang terhadap Yaman dan mengumumkan penarikan pasukannya dari Yaman, negara itu terus mendukung tentara bayarannya di Yaman selatan dan membiarkan Arab Saudi sendiri.

Pasukan Uni Emirat Arab

Namun, UEA sekarang menyaksikan bentrokan di satu sisi antara pasukan pemerintah yang telah mengundurkan diri dan tentara bayaran Abu Dhabi di Yaman selatan, dan di sisi lain, UEA menyaksikan peningkatan protes terhadap Abu Dhabi di beberapa daerah di Yaman selatan. Dalam nada yang sama, orang-orang dari kepulauan Socotra di Yaman melakukan demonstrasi dan menyebut Uni Emirat Arab sebagai negara penjajah serta menuntut keluarnya pasukan UEA dari kepulauan ini. Di laman Facebook-nya, Gubernur Socotra Ramzi Mahros juga memperingatkan pasukan Dewan Transisi UEA untuk menarik diri dari kepulauan Socotra.

Sekalipun demikian, dalam putaran baru aksi kerusuhan di kawasan, UEA sekali lagi bersekutu dengan kebijakan Riyadh dan AS untuk mendukung demonstrasi di Lebanon dan Irak serta mengarahkan para demonstran turun melakukan aksi kekerasan di jalan-jalan. Dalam hal ini, Radio Voice of Iraq mengumumkan bahwa dinas intelijen Irak telah menangkap jaringan dan tim mata-mata yang berafiliasi dengan intelijen UEA.

Para mata-mata dari jaringan ini tersebar di antara demonstran di al-Tahrir Square di Baghdad dan kota-kota Irak lainnya dan selain mensponsori dana, juga mengorganisir mereka melawan pemerintah Irak. Situs Lebanon al-Ahed juga mengatakan dalam sebuah laporan bahwa UEA membayar sebagian besar biaya demonstrasi di Lebanon, termasuk membayar antara 100 dan 150 dolar per hari untuk para demonstran atau menyediakan makanan.

Pendekatan menciptakan kekacuan UEA di kawasan saat ini menunjukkan ada dua masalah.

Pertama, UEA menjadi bingung dalam kebijakan regionalnya ketika meninggalkan Yaman setelah koalisi Saudi gagal untuk keluar dari Yaman dan sampai pada kesimpulan bahwa kekacauan dan gangguan keamanan di kawasan tidak menjamin kepentingan ekonomi dan keamanan UEA. Sekalipun demikian, UEA kembali menindaklanjuti munculnya kekerasan dan kekacauan di Lebanon dan Irak.

Kedua, UEA tidak dapat mengejar kebijakan regional yang independen dan merencanakan kebijakan regionalnya sejalan dengan Arab Saudi, rezim Zionis, dan Amerika Serikat. Kurangnya independensi dalam politik regional, sementara Abu Dhabi mengklaim memainkan peran sebagai aktor regional yang berpengaruh.

Provokasi UEA di demonstrasi rakyat Irak

Abu Dhabi tampaknya gagal belajar dari kekalahan koalisi Saudi terhadap Yaman dan perlu kejutan baru untuk mencegah kebijakan regional yang mengganggu dan non-campur tangan dalam urusan internal negara-negara lain.