Jihad Islam: Lawan Pencaplokan Tepi Barat ke Wilayah Pendudukan
-
Logo Gerakan Jihad Islam Palestina
Gerakan Jihad Islam Palestina telah menyerukan faksi-faksi Palestina agar menentang rencana Zionis untuk mencaplok Lembah Yordan dan bagian-bagian dari Tepi Barat ke wilayah-wilayah pendudukan.
Menurut laporan IRNA, Musab al-Buraim, Juru Bicara Gerakan Jihad Islam Palestina pada Selasa (21/04/2020) malam mengatakan, "Satu-satunya cara untuk menangkal terorisme Zionis dan pendudukan Tepi Barat adalah dengan mengembalikan persatuan nasional, hubungan baik dan kesepakatan tentang perspektif nasional dengan mengikuti skala prioritas."
"Warga Palestina adalah pemilik tanah mereka dan bahwa rezim Zionis tidak memiliki hak atas tanah dan tempat-tempat suci Palestina," ungkap Jubir Jihad Islam Palestina.
Al-Buraim menambahkan bahwa keterlambatan dalam mencapai persatuan nasional adalah untuk melayani proyek Zionis dan tujuan serta rencana kabinet teroris rezim ini, dan bahwa pengumuman pembentukan kabinet teroris gabungan ini merupakan ancaman baru bagi rakyat Palestina.
Ismail Ridwan, anggota senior Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas), juga mengatakan bahwa Bani Gantz dan Netanyahu adalah dua sisi mata uang yang sama, dan bahwa kabinet Israel adalah kabinet perang dan kesepakatan abad ini dan harus menghadapi kabinet baru rezim Zionis dengan koordinasi dan persatuan.
Perdana Menteri Zionis Israel Benjamin Netanyahu dan pemimpin Koalisi Biru dan Putih, Benny Gantz, akhirnya setuju untuk membentuk kabinet koalisi pada hari Senin setelah konsultasi panjang.
Kabinet akan berusia 36 bulan, dengan Netanyahu dalam 18 bulan pertama dan Gantz sebagai perdana menteri dalam 18 bulan ke depan.
Mulai 1 Juli, Netanyahu akan memiliki wewenang untuk menggabungkan bagian-bagian Tepi Barat di bawah Kesepakatan Abad.