Mengenal Sejarah Perkembangan Kemampuan Rudal Yaman
-
Rudal Quds Yaman
Juru Bicara Militer Yaman, Yahya Saree mengkonfirmasi modernisasi kekuatan drone dan rudal Yaman selama enam tahun terakhir. Ia mengatakan, saat ini Yaman menempati posisi pertama di Semenanjung Arab dari sisi jangkauan dan kualitas rudal jarak jauh.
Yaman di tahun 2014 memiliki rudal dan jangkauannya maksimal sejauh 320 km serta usia sejumlah rudal ini lebih dari 40 tahun. Yaman tidak menyangka mendapat serangan Koalisi Arab Saudi dan tidak berharap diserang oleh negara Muslim dan tetangganya ini. Sejak saat itu, Yaman mulai memprioritaskan pencapaian teknologi pembuatan rudal dan drone untuk mengubah konstelasi di medan perang.
Yaman sejak beberapa tahun lalu mulai memproduksi rudal bersayap dan drone. Rudal ini merupakan senjata canggih yang membuat keunggulan militer atau sistem pertahanan di kondisi defensif serta di saat perang sengit. Saat ini jangkauan rudal Quds-1 Yaman sekitar 3000 km. Sejumlah drone buatan Yaman termasuk Samad-3 memiliki jangkauan hingga 1700 km.
Yahya Saree di akhir peringatan enam tahun perang Yaman mengatakan, "Sebanyak 499 rudal balistik Yaman berhasil mencapai target dan instalasi militer kubu yang berafiliasi dengan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab (UEA) dan 849 rudal juga ditembakkan ke markas, instalasi dan pusat konsentrasi musuh beserta pasukan bayaran mereka di dalam wilayah Yaman. Unit drone juga melancarkan lebih dari 12.623 operasi dan 1.150 di antaranya adalah operasi ofensif."
Sejatinya kekuatan rudal dan drone Yaman meningkatkan kekuatan defensif militer dan pasukan relawan rakyat Yaman serta mengubah konstelasi kekuatan di medan perang.
Interpretasi Al Saud adalah melalui blokade penuh dari satu sisi, mereka mampu memobilisasi opini publik Yaman memusuhi Ansarullah dan dari sisi lain, mencegah pengiriman senjata ke Yaman. Al Saud tidak memikirkan masalah penting "teknologi pembuatan senjata" dan masalah ini membuat mereka terlena di perang melawan negara Arab termiskin di kawasan Asia Barat. Sekaitan dengan ini, Yahya Saree seraya menekankan bahwa unit drone Yaman diproduksi dari nol mengatakan, setelah musuh menghancurkan angkatan udara dan sistem anti udara Yaman, sebagai pembalasan akhirnya unit drone dibentuk dan mampu menghancurkan monopoli udara Saudi.
Poin penting terkait rudal dan drone Yaman adalah keakuratannya yang tinggi dan mampu lolos dari deteksi radar canggih buatan Amerika Serikat. Faktanya, rudal dan drone Yaman bukan saja memiliki keakuratan tinggi dan dengan kesalahan minimum mampu menyerang target di dalam wilayah Arab Saudi, tapi juga sistem anti udara Patriot buatan Amerika tidak mampu melacaknya.
Isu lain adalah drone Yaman diproduksi dengan biaya murah dan kurang dari 1000 dolar, serta dengan melewati sistem anti udara jutaan dolar, mampu memberi kerugian besar kepada Arab Saudi. Mengingat bahwa indeks ini, Yahya Saree mengatakan, unit drone memiliki prestasi besar dalam menciptakan pertahanan melawan musuh dan menghancurkan unit-unit serta instalasi mereka.
Isu lain adalah Yaman di tahun ketujuh perang, dari satu sisi berencana menampilkan sistem baru dan dari sisi lain, terus menindaklanjuti peningkatan cadangan senjata strategis drone dan rudal. Dua tujuan ini artinya tahun ketujuh perang akan sangat sulit bagi Arab Saudi, dan negara kaya minyak ini bakal mengalami pukulan dan kerugian besar. Faktanya Yaman di tahun ketujuh perang mampu meningkatkan serangan ofensif terhadap Arab Saudi. (MF)