PRC Palestina Desak Kesepakatan Oslo Dibatalkan
https://parstoday.ir/id/news/west_asia-i96156-prc_palestina_desak_kesepakatan_oslo_dibatalkan
Juru bicara Komite Perlawanan Rakyat (PRC), Mohammad al-Barim mengatakan bahwa pihaknya menolak keras keputusan menunda pemilu Palestina dan mendesak pembatalan Kesepakatan Oslo.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
May 01, 2021 06:13 Asia/Jakarta
  • Ilustrasi perlawanan warga Palestina.
    Ilustrasi perlawanan warga Palestina.

Juru bicara Komite Perlawanan Rakyat (PRC), Mohammad al-Barim mengatakan bahwa pihaknya menolak keras keputusan menunda pemilu Palestina dan mendesak pembatalan Kesepakatan Oslo.

"Persoalan utama rakyat Palestina adalah Oslo dan kesepakatan-kesepakatan yang memalukan, yang membuat mereka terbelenggu. Kesepakatan Oslo dan lampirannya perlu dibatalkan dan Otoritas Ramallah harus mencabut kembali pengakuannya pada rezim Zionis," kata al-Barim pada Jumat (30/4/2021) seperti dikutip kantor berita Sama.

"PRC bersama dengan rakyat Palestina, secara tegas menolak penundaan proses demokrasi yang merupakan salah satu hak dasar rakyat. Penundaan ini bertentangan dengan kehendak rakyat Palestina dan merupakan bentuk ketundukan penuh pada tuntutan Zionis," tambahnya.

Al-Barim mengingatkan bahwa hubungan dengan penjajah harus dibangun atas dasar perlawanan dan hak-hak rakyat Palestina harus dipulihkan dengan kekuatan.

Menurutnya, tunduk terhadap serbuan musuh di kota Quds bermakna melepaskan tanggung jawab untuk mempertahankan kota suci tersebut.

Sementara itu, Sekjen Gerakan Jihad Islam Palestina, Ziyad al-Nakhalah menyerukan pertemuan darurat nasional untuk menyepakati sebuah agenda nasional dengan tujuan melawan rezim Zionis.

Hal itu diungkapkan setelah Pemimpin Otoritas Ramallah, Mahmoud Abbas mengumumkan penundaan pemilu Palestina. "Pelaksanaan pemilu Palestina ditunda sampai partisipasi warga Quds dijamin," kata Abbas pada hari Jumat. (RM)