Daily Telegraph: Amerika Sedang Terjun Bebas
https://parstoday.ir/id/news/world-i123708-daily_telegraph_amerika_sedang_terjun_bebas
Media Inggris, Daily Telegraph menyebut Amerika Serikat saat ini sedang jatuh bebas, dengan terjadinya resesi, dan lonjakan harga bensin dan barang-barang konsumsi yang meningkat tajam.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
Jun 20, 2022 08:19 Asia/Jakarta
  • Daily Telegraph: Amerika Sedang Terjun Bebas

Media Inggris, Daily Telegraph menyebut Amerika Serikat saat ini sedang jatuh bebas, dengan terjadinya resesi, dan lonjakan harga bensin dan barang-barang konsumsi yang meningkat tajam.

The Daily Telegraph hari Minggu (19/6/2022) melaporkan, sejak Joe Biden menjabat, perbatasan selatan Amerika Serikat menghadapi berbagai masalah dari kedatangan dua juta imigran ilegal, peningkatan aksi kejahatan di kota-kota terbesar di Amerika Serikat, hingga perekonomian yang semakin memburuk.

Laporan tersebut mencatat bahwa perasaan tidak nyaman dan ketidakpuasan terlihat jelas di seluruh Amerika Serikat.

"Pelanggaran hukum dan kekacauan, dari New York hingga Los Angeles terus terjadi, yang menjadi masalah utama bagi warga Amerika," tulis Daily Telegraph.

Menyinggung kinerja Joe Biden selama menjabat sebagai Presiden, Daily Telegraph mengungkapkan, "Biaya Gedung Putih yang tinggi, pajak yang berat, dan agenda anti pasar bebas telah membuat puluhan juta orang Amerika lebih miskin dan berjuang mencari nafkah, padahal tinggal di ekonomi terbesar  dunia,".

"Dalam banyak hal, kepresidenan Biden adalah yang paling tidak profesional dalam sejarah Amerika modern, dan tidak mengherankan banyak pengamat politik percaya bahwa pemilihan paruh waktu November mungkin merupakan revolusi konservatif terbesar di Kongres AS sejak 1994," tambah koran Inggris ini.

"Amerika Serikat membutuhkan kembalinya kebebasan penuh, kebebasan ekonomi, keamanan publik, perbatasan yang aman dan kekuatan untuk memimpin dunia yang bebas, dan ini adalah kebalikan dari rencana Biden, yang sangat merusak dan sangat berbahaya bagi rakyat Amerika," tegasnya.(PH)