Putin: Barat Gunakan Perjanjian Biji-Bijian Bukan untuk Tujuan Kemanusiaan
Presiden Rusia Vladimir Putin menilai perjanjian biji-bijian tidak diterapkan untuk tujuan kemanusiaan dan hanya digunakan untuk memperkaya Amerika dan Eropa.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov Senin lalu mengatakan bahwa Rusia akan menangguhkan pelaksanaan Perjanjian Koridor Gandum sampai pemerintah Barat mencabut pembatasan ekspor produk pertanian dan pupuk.
Perjanjian Koridor Gandum ditandatangani setahun yang lalu di Istanbul pada 22 Juli 2022 dengan inisiatif Turki dan kerja sama Perserikatan Bangsa-Bangsa, untuk mengurangi dampak perang antara Rusia dan Ukraina terhadap harga pangan dunia, terutama untuk memasok biji-bijian yang dibutuhkan oleh sejumlah negara pengimpor.
Putin menulis dalam sebuah artikel berjudul "Russia and Africa: Synergizing Efforts for Peace, Progress and a Successful Future" yang diterbitkan di situs web Kremlin pada Senin (24/7/2023) pagi mengatakan, "Barat secara terbuka mengiklankan bahwa perjanjian ini adalah tanda itikad baik untuk keuntungan Afrika. Tetapi sebenarnya perjanjian itu digunakan secara memalukan hanya untuk memperkaya sebagian besar perusahaan Amerika dan Eropa yang mengekspor dan menjual kembali biji-bijian ke Eropa,".
"Berdasarkan perjanjian ini, total 32,8 juta ton biji-bijian diekspor dari Ukraina dalam waktu hampir satu tahun, dan lebih dari 70% dari ekspor ini menuju negara-negara berpenghasilan tinggi atau berpenghasilan menengah. Sementara negara-negara seperti Ethiopia, Sudan, Somalia, Yaman, dan Afganistan hanya menerima kurang dari tiga persen dari ekspor ini," tulis Putin.
"Faktanya, tidak ada ketentuan dalam perjanjian ini yang terkait dengan pengecualian ekspor biji-bijian dan pupuk Rusia dari sanksi yang dilaksanakan," tegasnya.
Dengan mempertimbangkan semua masalah ini, tutur Putin, tidak ada gunanya melanjutkan perjanjian biji-bijian karena tidak dapat digunakan untuk tujuan kemanusiaan.(PH)