Berita | Hamas Umumkan Kesepakatan Mengakhiri Perang di Gaza / Bantahan Klaim Kontak antara Iran-AS
https://parstoday.ir/id/news/world-i177980-berita_hamas_umumkan_kesepakatan_mengakhiri_perang_di_gaza_bantahan_klaim_kontak_antara_iran_as
Pars Today - Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) mengeluarkan pernyataan yang secara resmi mengumumkan tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri perang di Gaza dan pertukaran tahanan.
(last modified 2026-06-06T16:42:11+00:00 )
Okt 09, 2025 12:00 Asia/Jakarta
  • Bendera Palestina dan Logo Hamas
    Bendera Palestina dan Logo Hamas

Pars Today - Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) mengeluarkan pernyataan yang secara resmi mengumumkan tercapainya kesepakatan untuk mengakhiri perang di Gaza dan pertukaran tahanan.

Menurut laporan Pars Today mengutip IRNA, Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) mengumumkan dalam pernyataan ini, Setelah negosiasi yang bertanggung jawab dan serius yang diadakan oleh gerakan perlawanan Palestina dan kelompok-kelompok terkait usulan Presiden AS di Sharm El-Sheikh yang bertujuan untuk mengakhiri perang genosida terhadap rakyat Palestina dan penarikan pasukan penjajah dari Jalur Gaza, Gerakan Perlawanan Islam Palestina (Hamas) mengumumkan tercapainya kesepakatan yang mencakup penghentian perang terhadap Gaza, penarikan pasukan penjajah, masuknya bantuan, dan pertukaran tahanan.

Pernyataan itu menambahkan, "Kami menghargai upaya para mediasi di Qatar, Mesir, dan Turki, dan kami juga memuji upaya Presiden AS Donald Trump untuk sepenuhnya menghentikan perang dan penarikan pasukan penjajah sepenuhnya dari Jalur Gaza."

"Kami menyerukan kepada Trump dan negara-negara penjamin perjanjian ini, serta semua pihak Arab, Islam, dan internasional, untuk mewajibkan rezim pendudukan untuk sepenuhnya melaksanakan ketentuan-ketentuan perjanjian dan tidak membiarkannya mengabaikan kewajibannya atau menunda pelaksanaan perjanjian," imbuh Hamas.

Pernyataan itu menambahkan, Kami mengapresiasi bangsa kami yang agung di Jalur Gaza, Quds, dan Tepi Barat, serta wilayah-wilayah yang diduduki pada tahun 1948 dan di luar Palestina. Rakyat yang telah menunjukkan sikap berani, heroik, dan bermartabat serta menentang rencana fasis penjajah yang merampas hak dan eksistensi mereka. Pengorbanan dan posisi-posisi mulia ini menggagalkan rencana penjajah Israel untuk menyerah dan menggusur rakyat Palestina.

"Kami menekankan bahwa pengorbanan rakyat kami tidak akan sia-sia dan kami akan tetap setia pada janji kami dan tidak akan melepaskan hak-hak nasional rakyat kami hingga mereka mencapai kebebasan, kemerdekaan, dan hak untuk menentukan nasib sendiri," pungkas pernyataan Hamas.

Araqchi Membantah Klaim Adanya Pertukaran Pesan antara Iran dan AS

Pars Today - Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran mengatakan, "Saya membantah klaim surat kabar Kuwait Al-Jarida bahwa ada pesan yang dipertukarkan antara Iran dan Amerika Serikat."

Menurut laporan Pars Today mengutip Mehr, di sela-sela rapat kabinet hari Rabu, 16 Oktober 2025, Sayid Abbas Araqchi, Menteri Luar Negeri Iran menanggapi pertanyaan tentang klaim surat kabar Kuwait Al-Jarida terkait pertukaran pesan antara Iran dan Amerika Serikat Sabtu (4/10) lalu dengan mengatakan, "Saya membantah klaim surat kabar Kuwait Al-Jarida terkait pertukaran pesan antara Iran dan Amerika Serikat."

Menurut laporan ini, surat kabar Kuwait Al-Jarida baru-baru ini melaporkan, mengutip sumber di Kementerian Luar Negeri Iran bahwa kontak telah terjalin dalam beberapa hari terakhir antara Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, dan Steve Witkoff, utusan khusus Presiden AS untuk Timur Tengah.

Menurut klaim koran ini, kontak terakhir antara kedua pejabat terjadi pada Sabtu malam, dan ada kemungkinan pertemuan rahasia akan diadakan di Oman atau Qatar minggu depan untuk berkoordinasi sebelum dimulainya kembali negosiasi secara resmi. Whitkoff juga meminta Tehran dalam seruannya baru-baru ini untuk mendukung rencana perdamaian yang diusulkan Donald Trump untuk Gaza.

Parlemen Spanyol Mengesahkan Larangan Perdagangan Senjata dengan Israel

Pars Today - Sejalan dengan kebijakan anti-Zionis, Parlemen Spanyol dengan suara mayoritas mendukung undang-undang yang melarang perdagangan dan pertukaran senjata antara Madrid dan Tel Aviv karena kejahatan rezim Zionis di Jalur Gaza.

Menurut laporan Pars Today mengutip IRNA, surat kabar Spanyol El Pais melaporkan bahwa setelah dua minggu menolak mengungkapkan sikapnya, parlemen Spanyol pada hari Rabu (08/10/2025) akhirnya menyetujui embargo senjata terhadap Israel.

Persetujuan rencana yang diusung partai Podemos baru diumumkan beberapa jam sebelum pemungutan suara, ketika sekretaris jenderal partai, Ione Belarra, menyatakan, "Hari ini kami akan mengesahkan persetujuan dekrit kerajaan ini."

Rancangan undang-undang tersebut disetujui dengan 178 suara mendukung, 169 suara menentang, dan satu abstain. Empat anggota parlemen Podemos, yang sebelumnya sangat kritis terhadap tindakan tersebut, akhirnya mendukungnya.

Pemerintah Madrid mengatakan telah melarang pembelian senjata dari Israel atau penjualannya ke Tel Aviv sejak dimulainya perang di Gaza.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez juga mengumumkan dekrit bulan lalu untuk "mengkonsolidasikan secara hukum" embargo tersebut, dan menjadikannya bagian dari serangkaian tindakan yang telah diambil Madrid terhadap rezim Zionis.(sl)