Mengapa Ladang Minyak yang Direbut Pasukan Dukungan Cepat Sudan (RSF) Sangat Penting?
https://parstoday.ir/id/news/world-i182140-mengapa_ladang_minyak_yang_direbut_pasukan_dukungan_cepat_sudan_(rsf)_sangat_penting
Pasukan Dukungan Cepat Sudan (RSF) pada pekan lalu merebut ladang minyak terbesar di negara tersebut.
(last modified 2025-12-13T03:15:12+00:00 )
Des 13, 2025 10:13 Asia/Jakarta
  • Mengapa Ladang Minyak yang Direbut Pasukan Dukungan Cepat Sudan (RSF) Sangat Penting?

Pasukan Dukungan Cepat Sudan (RSF) pada pekan lalu merebut ladang minyak terbesar di negara tersebut.

Tehran, Parstoday- Heglig, sebuah kota kecil di Cekungan Muglad yang terletak di perbatasan antara Negara Bagian Kordofan Selatan Sudan dan Negara Bagian Unity di Sudan Selatan, menjadi lokasi sejumlah ladang minyak terpenting serta infrastruktur energi vital Sudan.

Kawasan ini menampung sekitar 75 sumur minyak, termasuk tangki penyimpanan dan fasilitas pemrosesan.

Menurut laporan Pars Today mengutip Middle East Eye, Heglig merupakan stasiun penting pada jaringan pipa minyak Nil Besar sepanjang sekitar 1.600 kilometer yang membentang dari ladang minyak Unity di Sudan Selatan hingga Pelabuhan Sudan, tempat minyak diekspor ke pasar internasional.

Pipa minyak yang membentang dari Kordofan Barat hingga mendekati kota El-Obeid, ibu kota Negara Bagian Kordofan Utara yang masih berada di bawah kendali Angkatan Bersenjata Sudan, kini berada di bawah kontrol Pasukan Dukungan Cepat (RSF).

Penguasaan Heglig berarti RSF kini mengendalikan seluruh wilayah Kordofan Barat serta sektor ekonomi yang sangat vital bagi Sudan dan Sudan Selatan. RSF juga mengincar kota strategis El-Obeid, yang memiliki kilang minyak penting dan dijaga ketat oleh Brigade Infanteri Kelima Angkatan Bersenjata Sudan.

Perkembangan ini sangat krusial bagi perekonomian Sudan Selatan yang terkurung daratan, yang hampir sepenuhnya bergantung pada minyak dan jalur pipa menuju Pelabuhan Sudan.

Seorang analis militer Barat yang enggan disebutkan namanya karena alasan keamanan mengatakan kepada Middle East Eye bahwa mereka juga memperkirakan RSF akan merebut wilayah tambahan di sepanjang perbatasan dengan Sudan Selatan dari Angkatan Bersenjata Sudan Selatan, khususnya di sekitar Negara Bagian Nil Atas Sudan Selatan.

Saat ini, Sudan secara de facto terbelah menjadi dua: angkatan bersenjata menguasai wilayah utara, timur, dan pusat, sementara Pasukan Dukungan Cepat (RSF), dengan bantuan sekutunya, mengendalikan wilayah barat serta sebagian wilayah selatan.

Laporan-laporan menunjukkan bahwa perang di Sudan telah menciptakan jaringan senjata dan tentara bayaran. Situasi ini kembali memunculkan kemungkinan bahwa Sudan, seperti Libya, akan terpecah menjadi dua bagian.(PH)