Jadi Pionir di Dunia, Iran Bangun Perangkat “Asisten Ahli Bedah Kanker”
Sebuah perusahaan berbasis pengetahuan Iran berhasil merancang dan memproduksi untuk pertama kalinya di dunia perangkat asisten ahli bedah kanker bernama CDP, sebuah sistem yang mampu mengidentifikasi sel kanker payudara dengan tingkat akurasi hingga 90 persen selama proses pembedahan.
Tehran, Parstoday- Mohammad Hossein Yazdi, perwakilan perusahaan berbasis pengetahuan Iran tersebut, pada Sabtu mengatakan bahwa perangkat asisten ahli bedah kanker yang untuk pertama kalinya di dunia ini dirancang dan diproduksi, diperkenalkan sebagai sistem pendukung dalam operasi kanker payudara.
Perangkat ini dapat digunakan sebagai pelengkap di pusat-pusat medis yang memiliki fasilitas patologi frozen (metode yang mempersingkat proses persiapan jaringan untuk diagnosis patologis sehingga hasil diagnosis dapat diketahui lebih cepat oleh ahli bedah), serta sebagai alat bantu yang efektif di pusat-pusat medis yang belum memiliki fasilitas tersebut.
Ia menambahkan bahwa hasil diagnosis perangkat ini akan ditampilkan pada layar dalam waktu 15 detik dalam bentuk hasil negatif, mencurigakan, dan positif.
Yazdi menegaskan bahwa tingkat akurasi diagnosis pada teknologi ini meningkat dari sekitar 70 persen pada metode patologi frozen menjadi sekitar 90 persen, yang berperan penting dalam menurunkan kemungkinan tertinggalnya sel kanker dan, sebagai akibatnya, mengurangi risiko kekambuhan penyakit setelah pembedahan.
Guterres: Siklus Kekerasan Tak Berujung Harus Diputus dan Gencatan Senjata di Gaza Harus Dilaksanakan Sepenuhnya
Dalam berita lain, Antonio Guterres, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, pada Sabtu—tanpa mengutuk berlanjutnya agresi rezim Zionis terhadap rakyat Gaza yang tertindas—menyatakan bahwa siklus kekerasan yang tak berujung harus diputus dan gencatan senjata di Gaza harus dilaksanakan sepenuhnya.
Lula da Silva: Tindakan Militer di Venezuela Akan Menjadi Bencana Kemanusiaan
Di tengah berlanjutnya ancaman Amerika Serikat terhadap Venezuela, Luiz Inácio Lula da Silva, Presiden Brasil, pada Sabtu dalam pembukaan KTT para pemimpin blok Amerika Selatan Mercosur, memperingatkan bahwa tindakan militer di Venezuela akan menjadi sebuah bencana kemanusiaan. Hal ini disampaikan sementara Donald Trump, Presiden Amerika Serikat, dalam wawancara dengan jaringan berita NBC News pada 18 Desember, mengatakan bahwa ia tidak dapat menyingkirkan kemungkinan terjadinya perang dengan Venezuela.
Empat Permintaan Zelensky untuk Mengakhiri Perang Ukraina
Dari Kyiv dilaporkan bahwa Volodymyr Zelensky, Presiden Ukraina, mengajukan empat permintaan untuk mengakhiri perang dengan Rusia. Ia pada Sabtu menyatakan bahwa isu-isu menantang terkait penghentian perang Ukraina mencakup persoalan wilayah-wilayah yang berada di bawah kendali Rusia, Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Zaporizhzhia, jaminan keamanan agar Rusia tidak kembali melancarkan serangan, serta kompensasi atas kerugian yang dialami Ukraina.
Diketahui bahwa syarat Rusia untuk menghentikan perang antara lain mencakup pengakuan atas aneksasi Semenanjung Krimea dan empat wilayah Donetsk, Luhansk, Zaporizhzhia, dan Kherson sebagai bagian dari wilayah Rusia. Rusia juga menuntut agar Ukraina tidak bergabung dengan NATO, pengurangan kemampuan militer Ukraina, serta pencabutan atau pengurangan sanksi terhadap Moskow.
Amerika Serikat: Ukraina Harus Bersiap untuk Kelanjutan Perang pada 2026
Dalam konteks yang sama, Matthew Whitaker, Perwakilan Tetap Amerika Serikat untuk Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), dalam wawancara dengan Fox News mengatakan bahwa hingga akhir tahun ini kemungkinan tidak akan tercapai kesepakatan damai antara Kyiv dan Moskow, dan Ukraina harus mempersiapkan diri untuk kelanjutan konflik pada tahun 2026. Ia menambahkan bahwa pinjaman Uni Eropa sebesar 105 miliar dolar telah disetujui untuk menanggung biaya kelanjutan situasi tersebut. Menurutnya, ketika memasuki musim dingin tanpa adanya kesepakatan damai, konflik akan terus berlanjut.(PH)