Minyak Venezuela, Penggerak atau Rampasan Perang?
https://parstoday.ir/id/news/world-i183664-minyak_venezuela_penggerak_atau_rampasan_perang
Pars Today – Trump sejak lama telah merencanakan untuk merampok minyak Venezuela, tapi media dan lembaga Think tank Amerika baru membahasnya setelah transformasi Venezuela.
(last modified 2026-01-05T10:30:43+00:00 )
Jan 05, 2026 17:27 Asia/Jakarta
  • Minyak Venezuela, Penggerak atau Rampasan Perang?

Pars Today – Trump sejak lama telah merencanakan untuk merampok minyak Venezuela, tapi media dan lembaga Think tank Amerika baru membahasnya setelah transformasi Venezuela.

Sejak beberapa bulan lalu, acaman terhadap Venezuela dengan alasan narkoba oleh Trump telah dimulai; Kini beberapa hari setelah penangkapan Maduro oleh Amerika, banyak media mulai menganalisa urgensi minyak Venezuela bagi Amerika.

 

Pars Today dalam artikel kali ini mulai menganalisa masalah tersebut:

 

CNN dalam sebuah laporan panjang menyoroti isu ini bahwa jika di Venezuela tidak terjadi gejolak sosial, Amerika Serikat dengan mudah akan menguasai minyak Venezuela dan tidak akan ada perubahan pada harga komoditas tersebut.

 

CNN menulis tentang pentingnya minyak Venezuela bagi Amerika: “Amerika Serikat, produsen minyak terbesar di dunia, memiliki minyak mentah ringan dan manis yang cocok untuk produksi bensin tetapi tidak banyak kegunaannya. Namun minyak mentah berat dan asam seperti minyak Venezuela sangat penting untuk menghasilkan sejumlah produk dalam proses penyulingan, termasuk solar, aspal, dan bahan bakar untuk pabrik serta peralatan berat lainnya. Solar di seluruh dunia menghadapi kekurangan pasokan, yang sebagian besar disebabkan oleh sanksi minyak terhadap Venezuela.”

 

Namun, lembaga think tank Amerika Atlantic Council dalam analisisnya menyebut minyak Venezuela sebagai pendorong perebutan Venezuela, bukan sebagai rampasan perang. Think tank ini menulis: “Jika transfer kekuasaan dilakukan secara teratur, perusahaan-perusahaan Amerika akan diuntungkan dari perubahan politik. Meskipun demikian, Amerika Serikat adalah produsen minyak dan gas terbesar di dunia dan memiliki keamanan energi.”

 

Dalam lanjutan analisis tersebut disebutkan: “Menjamin kekuasaan Venezuela berdampingan dengan Amerika membantu tujuan politik domestik Trump.”

 

Namun, Guardian dalam sebuah analisis kritis mengatakan: “Fokus Trump pada minyak Venezuela menegaskan bahwa tindakannya tidak pernah benar-benar tentang ‘perang melawan narkoba’.”

 

Guardian menulis: “Donald Trump menjadikan minyak Venezuela sebagai poros utama konferensi pers berdurasi satu jam pada hari Sabtu (hari operasi penangkapan Maduro). Presiden Amerika Serikat jarang menyebut ‘perang melawan narkoba’, sebuah isu yang selama berbulan-bulan dijadikan alasan utama untuk menambah pasukan militer dan menyerang kapal-kapal. Ia lebih dari dua belas kali menyebut minyak, bahkan ketika pertanyaan wartawan tidak terkait dengan itu. Penekanan Trump pada isu ini memperkuat klaim yang berulang kali disampaikan Venezuela sejak meningkatnya ketegangan: bahwa tujuan utamanya adalah menggulingkan Maduro dan menguasai cadangan sumber daya alam besar negara tersebut.”

 

Sementara itu, Politico menyoroti keuntungan atau kerugian industri minyak Venezuela bagi perusahaan minyak Amerika. Hal ini menjadi alasan keraguan mereka untuk masuk ke pasar minyak Venezuela dan membuat Trump kesal.

 

Situs analisis tersebut menulis: “Salah satu kekhawatiran utama bagi para manajer industri minyak Amerika adalah keamanan pekerja dan peralatan yang harus dikirim perusahaan ke Venezuela, cara pembayaran mereka, apakah harga minyak akan naik cukup tinggi agar minyak Venezuela menguntungkan, serta status keanggotaan Venezuela di Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC). Harga patokan minyak Amerika pada akhir perdagangan Jumat adalah 57 dolar per barel, jumlah terendah sejak berakhirnya masa pandemi.” (MF)