Araghchi: Teknologi Tidak Dapat Dihancurkan dengan Pengeboman
-
Sayid Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran
Pars Today - Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran menyinggung agresi rezim Zionis Israel dan Amerika Serikat ke fasilitas nuklir damai Iran selama Perang 12 Hari dan mengatakan, "Teknologi tidak dapat dihancurkan dengan pengeboman."
Sayid Abbas Araghchi, Menteri Luar Negeri Iran dalam wawancara dengan televisi Al-Manar Lebanon yang dipublikasikan Jumat (09/01/2026) malam mengatakan, "Dalam serangan rezim Zionis dan Amerika ke Iran selama Perang 12 Hari, sebagian bangunan, fasilitas dan peralatan program nuklir damai mengalami kerusakan, tapi teknologi tidak dapat dihancurkan dengan pengeboman."
"Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Rezim Zionis mengancam semua negara di kawasan, tapi menghadapi perlawanan keras di Lebanon dan Iran," imbuh Menlu Iran.
Araghchi kemudian menyinggung konspirasi para perusuh dan perusak yang berusaha menciptakan ketidakamanan di Iran dan menyatakan, "Otoritas rezim Zionis mengatakan bahwa pasukan Mossad berada di Iran dan Tehran serta terlibat dalam kerusuhan terbaru."
AS Mendukung Pelaku Kerusuhan di Iran
Sekaitan dengan kerusuhan terbaru di Iran, Presiden AS Donald Trump mendukung pelaku kerusuhan di Iran dan mengatakan, "Kami mengamati apa yang terjadi di Iran, tapi kami melihat belum perlu mengirim pasukan militer ke Iran."
Pada saat yang sama, Trump mengklaim bahwa sudah menjadi keharusan untuk menguasai Greenland dengan alasan melindung keamanan nasional AS.
Menurutnya, "Menguasai Greenland mungkin akan dilakukan lewat jalur damai atau kekuatan."
Naim Qassem: Agresi Musuh Israel Tidak akan Mencapai Tujuannya
Sheikh Naim Qassem, Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon dalam sebuah penyataan mengumumkan bahwa musuh Zionis dengan melanjutkan agresinya tidak akan mencapai tujuannya berkat solidaritas nasional dan perlawanan di Lebanon.
"Hizbullah akan tetap melanjutkan kerja samanya dengan pemerintah dan militer Lebanon untuk mengusir penjajah, menghentikan agresi, membebaskan tahanan dan membangun kembali negara ini," imbuh Sekjen Hizbullah.
22 Negara dan OKI Mengecam Pengakuan Kemerdekaan Somaliland
Sebagai kelanjutan penentangan global terkait pengakuan kemerdekaan Somaliland oleh rezim Zionis Israel, 22 negara dan Organisai Kerja Sama Islam dalam sebuah pernyataan kecaman bersama atas langkah rezim zionis ini mengumumkan, "Perjalanan dan pertemuan ilegal seorang pejabat rezim Zionis di Somaliland, yang merupakan bagian dari Somalia Utara, merupakan pelanggaran nyata kedaulatan Somalia dan melemahkan Piagam PBB."
Negara-negara penandatangan pernyataan ini menekankan kedaulatan dan kesatuan Somalia memperingatkan, "Mempromosikan program pemisahan sebuah wilayah dari satu negara adalah langkah yang tidak dapat diterima dan menjadi ancaman serius bagi eskalasi ketegangan di kawasan."
Ketua Dewan Pemerintah Sudan: Pasukan Dukungan Cepat akan Segera Hancur
Abdel Fattah Al-Burhan, Ketua Dewan Pemerintah Sudan dalam sebuah pernyataan menekankan bahwa Pasukan Gerak Cepat (SRF) akan segera hancur.
Burhan mengatakan, "Di Sudan tidak ada seorang pun yang tidak terganggu oleh pasukan ini."(sl)