Warga Maroko Membakar Bendera Israel dan Tuntut Pembatalan Normalisasi
https://parstoday.ir/id/news/world-i183890-warga_maroko_membakar_bendera_israel_dan_tuntut_pembatalan_normalisasi
Pars Today - Warga Maroko berkumpul di depan gedung parlemen negaranya, membakar bendera rezim Zionis dan menuntut pembatalan proses normalisasi hubungan antara pemerintah Rabat dan Tel Aviv.
(last modified 2026-01-10T08:27:43+00:00 )
Jan 10, 2026 15:25 Asia/Jakarta
  • Warga Maroko
    Warga Maroko

Pars Today - Warga Maroko berkumpul di depan gedung parlemen negaranya, membakar bendera rezim Zionis dan menuntut pembatalan proses normalisasi hubungan antara pemerintah Rabat dan Tel Aviv.

Menurut situs Al-Araby Al-Jadeed, para aktivis yang berafiliasi dengan "Kelompok Aksi Nasional untuk Palestina" berkumpul di depan gedung parlemen di Rabat, ibu kota Maroko, pada Jumat (09/01/2026) malam dan menyatakan dukungan mereka terhadap perlawanan Palestina terhadap agresi berkelanjutan rezim Zionis Israel dan menekankan penolakan mereka terhadap normalisasi hubungan antara pemerintah Rabat dan Tel Aviv.

Para peserta demonstrasi mengibarkan bendera Palestina dalam unjuk rasa mereka dan memegang plakat untuk mendukung bangsa Palestina seperti "Rakyat Maroko mengirimkan salam kepada rakyat Palestina dan menghormati kemenangan bersejarah besar Badai Al-Aqsa melawan penjajah dan semua kekuatan imperialis yang mendukungnya" dan "Genosida, kelaparan sistematis, dan pengepungan di Gaza adalah kejahatan Zionis-Nazi dengan kerja sama Arab dan internasional terhadap rakyat Palestina".

Para pengunjuk rasa Maroko juga mengecam normalisasi hubungan dengan rezim Zionis dan membawa plakat bertajuk "Normalisasi hubungan adalah partisipasi dalam pembantaian rakyat Gaza" dan "Rakyat Maroko bersatu dengan Umat Islam melawan agresi dan perlawanan hingga pembebasan dan runtuhnya normalisasi".

Warga Maroko meneriakkan slogan-slogan seperti "Gaza, Gaza, adalah simbol kehormatan", "Zionis, Anda pengecut dan pembunuh anak-anak", "Rakyat ingin mengakhiri normalisasi" dan membakar bendera rezim Israel.

Meskipun terjadi proses normalisasi pemerintahan Maroko dengan rezim Zionis, di negara ini selalu terjadi demonstrasi dan acara berskala besar yang mendukung bangsa Palestina dan perlawanan terhadap pendudukan.

Pada tanggal 15 September 2020, rezim Zionis, Uni Emirat Arab dan Bahrain menandatangani perjanjian untuk menormalisasi hubungan, yang disebut Gedung Putih sebagai Perjanjian Abraham, dan setelah itu, pemerintah Maroko dan Sudan juga bergabung dengan mereka.(sl)