Direktur Chatham House: Trump Telah Mengakhiri Aliansi Barat
https://parstoday.ir/id/news/world-i184138-direktur_chatham_house_trump_telah_mengakhiri_aliansi_barat
Pars Today - Direktur lembaga think tank terkenal di Inggris mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump telah mengakhiri aliansi Barat dan Eropa menghadapi dilema besar dan harus lebih berani.
(last modified 2026-01-15T04:46:51+00:00 )
Jan 15, 2026 11:20 Asia/Jakarta
  • Bronwen Maddox, Direktur Chatham House
    Bronwen Maddox, Direktur Chatham House

Pars Today - Direktur lembaga think tank terkenal di Inggris mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump telah mengakhiri aliansi Barat dan Eropa menghadapi dilema besar dan harus lebih berani.

Menurut IRNA yang mengutip Guardian, Bronwen Maddox, Direktur Chatham House, lembaga think tank Inggris paling terkenal di bidang kebijakan luar negeri, menyatakan dalam pidato tahunannya pada hari Rabu (14/01/2026) bahwa Trump telah mengakhiri aliansi Barat dan ini mengharuskan Inggris untuk mengadopsi kebijakan luar negeri yang lebih independen terhadap Amerika Serikat dan Tiongkok.

Maddox menambahkan bahwa dengan menolak hukum internasional, Trump telah menyebabkan Inggris dan Eropa menghadapi dilema besar.

Direktur Chatham House mencatat, "Risiko tetap diam dan tidak mendukung prinsip-prinsip dasar tatanan internasional liberal adalah prinsip-prinsip ini akan menjadi sejarah."

Maddox menyebut perilaku impulsif Trump dan kesediaannya untuk mengambil tindakan militer dan menolak hukum internasional sebagai revolusi, dan menambahkan bahwa sekutu Amerika "sekarang harus memikirkan sesuatu yang belum pernah mereka pikirkan sebelumnya, membela diri terhadap Amerika Serikat, baik dalam perdagangan maupun keamanan".

Mengingat negara-negara ini “memiliki prinsip-prinsip umum kebebasan individu, kebebasan beragama dan spiritual, demokrasi konstitusional, dan perdagangan bebas dalam institusi mereka, tidak berlebihan untuk menyebut ini sebagai akhir dari aliansi Barat,” tegas direktur Chatham House.

“Dalam beberapa bulan terakhir, kita telah melihat penolakan terhadap prinsip-prinsip hukum internasional yang turut diciptakan oleh Amerika Serikat. Venezuela adalah kasus terbaru,” kata Maddox. "Niat Trump untuk merebut Greenland merupakan penghinaan terhadap Piagam PBB dan larangan penggunaan kekerasan untuk merebut wilayah. Jika ia melakukannya dengan kekerasan, seperti yang telah diancam oleh timnya, NATO akan tamat."

Direktur Chatham House juga mengatakan dalam sebuah wawancara dengan Guardian, "Inggris, seperti Eropa, menghadapi dilema besar. Inggris menginginkan dua hal dari AS. Pertama, perdagangan dan yang kedua adalah bantuan pertahanan, termasuk bantuan untuk Ukraina."

Ia menambahkan, "Perdana Menteri Inggris Keir Starmer tidak ingin kedua isu ini terancam. Kita telah berkali-kali melihat bahwa pemerintahan Trump, termasuk presiden AS sendiri, bereaksi sangat, sangat keras terhadap hal-hal kecil."

Maddox mengatakan bahwa dalam situasi di mana hukum internasional dan tatanan global telah terguncang, perlu mempertimbangkan pembentukan blok regional sebagai langkah menuju sumber daya pengaturan.

Ia menambahkan, "Tiongkok tentu saja mencoba mengisi kekosongan yang diciptakan oleh Trump. Tiongkok mengatakan, kami menginginkan tata kelola global dan supremasi hukum dan kami ingin Perserikatan Bangsa-Bangsa efektif."(sl)