Analis CIA: AS Mulai Ditinggalkan Sekutu-sekutunya di Timteng
-
John Kiriakou, mantan analis CIA
Seorang mantan analis Dinas Intelijen Pusat Amerika Serikat, CIA mengatakan, langkah-langkah Amerika di Timur Tengah membuat sekutu-sekutu Washington di kawasan itu, mulai meninggalkannya.
Kantor berita Sputnik, Rusia (11/9) melaporkan, John Kiriakou, mantan analis CIA menuturkan, Amerika sudah kehilangan rasa simpati dan dukungan dari banyak negara dunia pasca insiden 11 September yang digunakannya sebagai dalih untuk memulai era baru perang di Timur Tengah.
Kiriakou menjelaskan, Barack Obama, Presiden Amerika terbukti sedang melanjutkan kebijakan George W. Bush, mantan Presiden negara itu (peristiwa 11 September terjadi di masanya) dengan menjerumuskan Amerika ke dalam perang-perang tanpa hasil di sejumlah negara dalam waktu bersamaan.
Ia menambahkan, 15 tahun kemudian, Amerika terjebak dalam perang di Afghanistan, Irak, Suriah, Yaman, Somalia dan di tempat-tempat lainnya.
Analis Amerika itu melanjutkan, kebijakan agresif, merusak kehadiran jangka panjang Amerika di Timur Tengah, pasalnya karena konflik-konflik ini, sebagian besar negara kawasan, sekarang membenci Amerika.
Menurutnya, strategi Amerika yang membuka pintu selebar-lebarnya atas kemungkinan perekrutan dan penguatan kemampuannya bagi kelompok-kelompok teroris, justru menyebabkan "kematian tidak bertanggung jawab " orang-orang yang dicap sebagai ancaman.
John Kiriakou dikenal luas di level internasional, karena ia adalah satu-satunya warga Amerika yang dituduh melakukan kejahatan karena membocorkan program penyiksaan yang dilakukan terhadap para terduga teroris di penjara-penjara negara itu, atas perintah George W. Bush.
Kiriakou divonis 30 tahun penjara setelah membocorkan informasi-informasi itu di televisi pada tahun 2007. (HS)