PBB: 1600 Warga Sipil Mosul Dijadikan Tameng Hidup oleh Daesh
Komisaris tinggi Hak Asasi Manusia, PBB mengatakan, anasir-anasir teroris Daesh menjadikan warga sipil Mosul sebagai perisai hidup mereka untuk menghadang serangan pasukan Irak.
IRNA (5/11) melaporkan, Ravina Shamdasani, Juru Bicara Komisaris tinggi HAM, PBB, Jumat (4/11) mengumumkan, kelompok teroris Daesh sejak 17 Oktober 2016 lalu hingga sekarang membawa lebih dari 1600 warga sipil Irak dari wilayah Hammam Al Alil ke kota Mosul, dengan dalih untuk dipindahkan ke Suriah. Padahal mereka akan digunakan sebagai perisai hidup untuk menghadang pasukan Irak kapan saja dibutuhkan.
Jubir Komisaris tinggi HAM, PBB menegaskan, sedikitnya 400 perempuan Izadi, Kurdi dan Syiah, Irak berada dalam tahanan kelompok teroris Daesh di Tal Afar, Barat Laut Ninawa.
Shamdasani menambahkan, anasir-anasir teroris Daesh secara luas menggunakan anak-anak kecil Irak di medan tempur dan hingga kini ratusan anak-anak terpaksa harus berperang membela Daesh.
Dewan Keamanan PBB juga mengecam aksi-aksi Daesh di Mosul dan meminta semua negara dunia untuk mencegah agar warga sipil tidak menjadi korban dalam operasi pembebasan Mosul. (HS)