Lawatan Menhan Rusia ke Turki
https://parstoday.ir/id/news/world-i40474-lawatan_menhan_rusia_ke_turki
Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu Ahad (2/7) tiba di Istanbul untuk berunding dengan petinggi Turki. Hari Ahad sore Shoigu melakukan perundingan tertutup dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan di Istanbul.
(last modified 2026-04-16T09:59:01+00:00 )
Jul 04, 2017 07:27 Asia/Jakarta
  • Menhan Rusia, Sergei Shoigu
    Menhan Rusia, Sergei Shoigu

Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu Ahad (2/7) tiba di Istanbul untuk berunding dengan petinggi Turki. Hari Ahad sore Shoigu melakukan perundingan tertutup dengan Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan di Istanbul.

Sumber-sumber media Turki menyatakan agenda perundingan bilateral ini mencakup pembelian sistem rudal S-400, transformasi Suriah, utara Irak, krisis hubungan Qatar dengan sejumlah negara Arab serta hubungan bilateral.

 

Sementara itu, hari Sabtu (1/7), Recep Tayyip Erdogan di kontak telepon dengan sejawatnya dari Rusia, Vladimir putin membicarkaan transformasi Suriah dan Qatar. Sepertinya kunjungan menhan Rusia ke Turki lebih banyak membicarakan isu-isu keamanan dan militer bilateral. Sejatinya pasca meletusnya tensi antara Moskow-Ankara menyusul penembakan jet tempur Rusia oleh Turki pada November 2015 yang berujung pada penerapan sanksi luas anti Turki oleh Rusia, dan pada akhirnya krisis ini berakhir dengan kunjungan Erdogan ke Rusia dan permintaan maaf resmi kepada Putin serta pemberian ganti rugi, kini kita menyaksikan babak baru hubungan Moskow-Ankara.

 

Kunjungan petinggi militer Rusia ke Turki mengindikasikan kecenderungan kedua pihak memperluas hubungan militer dan keamanan. Dalam hal ini, Turki antusias memanfaatkan teknologi militer canggih Rusia dan hal ini ditandai dengan perundingan serius kedua pihak di penjualan sistem anti rudal S-400. Petinggi Turki sejak lama menghendaki sebuah sistem anti udara dan rudal strategis dan bahkan negara ini hampir menandatangani kontrak pembelian sebuah sistem anti rudal dari Cina. Namun mengingat penentangan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) dan Amerika Serikat, serta kendala teknis, akhirnya Ankara batal membeli sistem anti rudal dari Beijing.

 

Kini seiring dengan pulihnya hubungan Rusia dan Turki, Moskow sepertinya bersedia menjual sistem S-400 kepada Ankara. Hal ini sejatinya merupakan hadiah kepada Ankara yang bersedia mengiringi kebijakan regional Moskow.

 

Shuaib Bahman, pengamat Eurasia dalam wawancaranya dengan Tasnim News, saat mengomentari kepentingan Rusia menggalang kerjasama persenjataan dengan Turki dan isu penjualan S-400 mengatakan, “Rusia memperhatikan kondisi yang ada, di sektor ekonomi mereka berminat memperluas hubungan dengan Turki dan hal ini mungkin meluas ke pasar senajta, karena bagi Rusia perluasan pasar senjata sangat menarik.”

 

Sejatinya partisipasi aktif Turki di perundingan Astana dalam rangka menyelesaikan krisis Suriah, kecenderungan pemerintah Ankara memperluas hubungan di segala sektor dengan Moskow serta kesamaan sikap kedua negara di sejumalh isu regional seperti krisis Qatar dan tetangga Arabnya dan isu Kurdi Irak dan Suriah, bukan saja mendorong volume lobi kedua negara meningkat, namun juga berujung pada peningkatan kerjasama bilateral di sektor militer dan keamanan antara Moskow dan Ankara.

 

Meski demikian poin ini tidak boleh diabaikan bahwa kecenderungan nyata Ankara memperluas hubungan dengan Moskow juga berkaitan dengan friksi antara Turki dengan sekutu tradisional Barat khususnya Uni Eropa dan Amerika Serikat. Turki tidak lagi optimis dengan keanggotaan di Uni Eropa atau bantuan Barat baik Eropa atau Amerika.

 

Di sisi lain, Turki ingin memenuhi celah yang ada di berbagai sektor ekonomi, perdagangan dan militernya melalui perluasan hubungan dengan Rusia. Dengan demikian dapat diprediksikan bahwa perluasan hubungan antara Rusia dan Turki akan terus berlanjut. (MF)