PBB Optimis dengan Proses Transisi Politik di Libya
-
Utusan PBB untuk Urusan Libya, Ghassan Salame.
Utusan PBB untuk Urusan Libya, Ghassan Salame mengatakan, proses politik untuk transisi pasca konflik di Libya telah mencatat kemajuan selama dua bulan terakhir dan dua parlemen yang bersaing dapat segera mencapai konsensus untuk masa depan politik.
"Peluncuran kembali proses politik telah menciptakan momentum baru," kata Salame dalam sebuah briefing kepada Dewan Keamanan PBB, Kamis (16/11/2017) seperti dilansir Xinhua.
Ia menjelaskan bahwa dua sesi pertemuan sudah digelar dengan partisipasi anggota dari Dewan Perwakilan Rakyat Libya dan Dewan Tinggi Negara - parlemen yang bersaing di negara Afrika Utara itu - untuk menyetujui amandemen perjanjian perdamaian 2015.
"Meski mencapai banyak kemajuan, tapi masih ada beberapa poin yang perlu disepakati. Saya cukup yakin kita semakin dekat dengan sebuah konsensus," tegas Salame.
Dia menyambut baik pengakuan bersama kedua majelis tersebut terhadap perjanjian perdamaian 2015 sebagai satu-satunya kerangka untuk mengakhiri krisis di Libya.
Libya telah mengalami kerusuhan dan instabilitas politik sejak intervensi militer Amerika Serikat dan NATO pada tahun 2011. (RM)