PBB Desak Serangan Udara dan Darat ke Yaman Dihentikan
-
Sekjen PBB Antonio Guterres
Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menuntut dihentikannya serangan udara dan darat ke Yaman serta dimulainya masuknya produk perdagangan ke negara ini.
Menurut laporan Reuters, Guterres Ahad (3/12) memperingatkan, jutaan anak-anak, perempuan dan pria Yaman terancam kelaparan, wabah dan kematian akibat berlanjutnya serangan dan blokade terhadap negara Arab miskin ini.
Guterres mengaku khawatir atas eskalasi perang di Yaman dan meminta semua pihak menghentikan serangan udara dan laut.
Media lokal Yaman melaporkan bahwa koalisi Arab pimpinan Saudi meningkatkan serangan udaranya ke Sanaa, ibukota Yaman.
Setelah Ali Abdullah Saleh, mantan presiden Yaman mengumumkan tidak lagi mendukung Gerakan Ansarullah, koalisi Arab memulai serangan tersebut.
Sanaa, sejak hari Rabu lalu menjadi ajang pertempuran antara pasukan Ansarullah dan Ali Abdullah Saleh. Konfrontasi tersebut meletus akibat provokasi Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan kubu Ali Abdullah Saleh.
PBB menyebut perang Yaman dan aksi Arab Saudi menyerang negara ini sebagai tragedi abad ini.
Majalah Economist cetakan London hari Ahad menulis, bombardir rutin terhadap negara miskin Yaman oleh Arab Saudi telah menghancurkan instalasi air bersih dan kesehatan di negara ini serta rakyat juga menjadi korban perang saudara.
Menurut majalah Inggris ini, korban jiwa dan merebaknya wabah kolera serta difteri sangat mengerikan. (MF)