Tujuan Kunjungan Presiden Rusia ke Kawasan
https://parstoday.ir/id/news/world-i48077-tujuan_kunjungan_presiden_rusia_ke_kawasan
Presiden Rusia mengunjungi Turki pasca lawatannya ke Suriah dan Mesir pada Senin, 11 Desember 2017. Selama kujungan ke Damaskus, Vladimir Putin bertemu dengan Bashar al-Assad, Presiden Suriah.
(last modified 2026-04-16T09:59:01+00:00 )
Des 12, 2017 11:55 Asia/Jakarta

Presiden Rusia mengunjungi Turki pasca lawatannya ke Suriah dan Mesir pada Senin, 11 Desember 2017. Selama kujungan ke Damaskus, Vladimir Putin bertemu dengan Bashar al-Assad, Presiden Suriah.

Putin juga mengunjungi pangkalan Angkatan Udara Hmeimim di Latakia dan mengumumkan penarikan sebagian besar pasukan Rusia dari Suriah. Sementara dalam kunjungan ke Mesir, ia telah bertemu dengan Abdel Fattah El Sisi, Presiden negara ini dan menandatangani kontrak untuk pembangunan intalasi nuklir.

Kunjungan Putin ke tiga negara tersebut adalah penting bagi kebijakan regional pemerintah Moskow. Pada dasarnya, Rusia yang dipimpin Putin telah mengambil langkah-langkah besar untuk memulihkan kekuatan ekonomi dan militernya dan pada tahap selanjutnya, berupaya untuk memunculkan kembali dirinya sebagai sebuah kekuatan internasional.

Dalam kerangka pendekatan tersebut, Rusia telah mengambil langkah konkret untuk menjalin hubungan luas dan multilateral dengan negara-negara besar dan penting di kawasan seperti Turki, Mesir dan Suriah. Masing-masing dari tiga negara ini memiliki sudut pandang khusus bagi Rusia.

Vladimir Putin, Presiden Rusia.

Untuk saat ini, tujuan terpenting Rusia adalah mempertahankan Suriah sebagai satu-satunya titik penyebaran geopolitik negara itu di Timur Tengah dan Mediterania serta menggunakan negara itu sebagai landasan untuk mempengaruhi persamaan politik dan militer di kawasan tersebut.

Norahan al-Sheikh, Profesor Ilmu Politik Mesir mengatakan, peran Rusia dalam penyelesaian damai atas krisis Suriah tidak akan berakhir. Moskow akan tetap menjadi sekutu utama Damaskus. Oleh sebab itu, meskipun Vladimir Putin telah mengumumkan penarikan sebagian pasukan Rusia dari Suriah, namun para pejabat senior Moskow menegaskan untuk mempertahankan dua pangkalan militer Rusia di Suriah, yaitu Pangkalan Angkatan Laut Tartus dan Pangkalan Udara Hmeimim.

Mete Yarar, pakar keamanan Turki meyakini bahwa Putin mengambil keputusan untuk menarik pasukan Rusia dari Suriah karena meyakini adanya kepercayaan dalam hubungan Moskow dengan mitra-mitranya, yaitu Republik Islam Iran dan Turki.

Di sisi lain, kunjungan Putin ke Kairo, ibukota Mesir dilakukan untuk memperluas pengaruh Rusia di negara terbesar Arab ini. Pada dasarnya, Rusia berusaha mengurangi tekanan akibat sanksi-sanksi Barat dengan cara memperluas hubungan ekonomi dengan negara-negara Timur Tengah dan Afrika Utara seperti Suriah, Turki dan Mesir.

Kini, Mesir telah berubah menjadi salah satu pembeli utama persenjataan Rusia. Penandatanganan kontrak pembangunan instalasi nuklir di Mesir yang dilakukan selama kunjungan Presiden Rusia ke Kairo juga merupakan tanda peningkatan hubungan ekonomi antarkedua negara.

Sementara itu, hubungan Moskow dan Ankara selama dua tahun terakhir terutama pasca masuknya militer Rusia ke Suriah mengalami pasang surut. Meski demikian, kita saat ini menyaksikan periode baru dalam hubungan Rusia dan Turki yang memiliki dimensi luas.

Langkah Rusia yang telah melibatkan Turki ke dalam perundingan Astana untuk menyelesaikan krisis Suriah menunjukkan bahwa Moskow telah menarik Ankara ke dalam orbit kebijakannya terkait krisis di kawasan. Yang pasti, kunjungan regional Putin dilakukan untuk memperluas hubungan Rusia dengan negara-negara di kawasan dan meningkatkan peran dan pengaruhnya di Timur Tengah. (RA)