Syarat AS untuk Perpanjang START dengan Rusia
https://parstoday.ir/id/news/world-i69246-syarat_as_untuk_perpanjang_start_dengan_rusia
Presiden Amerika Serikat Donald Trump, mengambil sikap tidak peduli dan memutuskan keluar dari perjanjian-perjanjian internasional, termasuk pakta senjata nuklir.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Apr 13, 2019 13:45 Asia/Jakarta
  • Pakta START membatasi jumlah hulu ledak nuklir tidak lebih dari 1.550 buah serta 700 rudal balistik dan pembom strategis.
    Pakta START membatasi jumlah hulu ledak nuklir tidak lebih dari 1.550 buah serta 700 rudal balistik dan pembom strategis.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump, mengambil sikap tidak peduli dan memutuskan keluar dari perjanjian-perjanjian internasional, termasuk pakta senjata nuklir.

Saat ini, dunia menghadapi tantangan besar yaitu tekad serius AS untuk keluar dari traktat pengendalian senjata. Washington menangguhkan pelaksanaan Perjanjian Kekuatan Nuklir Jarak Menengah (INF) sejak 2 Februari 2019.

Sejak berkuasa, Trump mulai mencari-cari alasan sehingga bisa menolak perpanjangan masa berlaku Perjanjian Pengurangan Senjata Strategis (START II) pada tahun 2021 nanti.

Langkah Washington ini tentu saja akan memperluas penyebaran senjata terlarang dan memicu perlombaan senjata baru di dunia. Keputusan ini juga menciptakan bahaya serius bagi keamanan global.

Pakta START 2010 membatasi jenis senjata nuklir dengan jangkauan global. Kedua negara sepakat membatasi jumlah hulu ledak nuklir tidak lebih dari 1.550 buah serta 700 rudal balistik dan pembom strategis.

Rudal hipersonik Avangard Rusia.

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo pada Kamis lalu (11/4/2019) mengajukan beberapa syarat dan tuntutan baru kepada Rusia terkait perpanjangan masa berlaku START II.

Pompeo meminta Rusia untuk memasukkan isu sistem rudal Avangard – rudal antarbenua hipersonik, – kapal selam nuklir Poseidon, dan rudal hipersonik Kinzhal dalam tema perundingan antara Moskow-Washington.

Dengan mengajukan syarat yang mustahil bisa dipenuhi itu, pemerintah AS mengumumkan kesiapannya untuk membicarakan perpanjangan START III dengan Rusia. Padahal, masa berlaku START II akan berakhir kurang dari dua tahun lagi.

Deputi Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov menuturkan, "Jadi saya percaya ada risiko yang semakin besar dari pemerintahan AS saat ini, di mana dengan sengaja melanjutkan pembicaraan tentang perpanjangan START, seolah-olah ada cukup waktu dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan, padahal perjanjian ini akan kadaluwarsa pada 5 Februari 2021."

Rusia dan AS telah menyampaikan sikap mereka mengenai perjanjian tersebut dalam beberapa bulan terakhir. Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov mengatakan Moskow tidak ingin nasib tragis yang dialami traktat INF juga menimpa pakta START.

Sebaliknya, AS membuka peluang perpanjangan START jika Rusia menyetujui syarat-syarat tersebut. AS juga meminta Cina untuk bergabung dalam perjanjian itu.

Pompeo mengatakan bahwa START berikutnya harus mencakup Cina, meskipun ia tidak secara langsung menyebut hal itu sebagai syarat. (RM)