Pompeo: Represi terhadap Iran, Pendekatan utama AS
-
Menlu AS Mike Pompeo
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo Senin (15/4) kembali mengulang dakwaan dan klaim anti Republik Islam Iran.
IRNA melaporkan, Pompeo di Texas A&M University menuding Republik Islam Iran mendukung terorisme dan melakukan aksi-aksi destruktif di kawasan dan dunia. "AS akan melanjutkan pendekatan reprensif terhadap Iran hingga Tehran mengubah perilakunya," klaim Pompeo.
Menlu AS mengklaim Washington telah meningkatkan represinya terhadap Iran untuk mencegah aksi destruktif Tehran.
Sebelumnya Pompeo yang mengiringi sikap Presiden Donald Trump menuding Republik Islam Iran mendukung terorisme.
Setelah keluar dari JCPOA, Amerika Serikat meluncurkan kampanye besar-besaran untuk menekan Republik Islam Iran.
Trump pada Selasa 8 Mei 2018 secara sepihak dan melanggar komitmen Washington di JCPOA mengumumkan negaranya keluar dari kesepakatan nuklir dengan Iran dan memulihkan kembali sanksi terhadap Tehran.
Kebijakan Trump tersebut menuai kecaman luas baik di dalam negeri AS maupun di tingkat internasional.
Sementara itu, Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei pada 9 Januari lalu saat bertemu dengan ribuan warga kota suci Qom menjelaskan, Amerika dengan bahagia mengatakan sanksi terhadap bangsa Iran saat ini belum pernah ada dalam sejarah, namun bangsa Iran Insyaallah akan mengalahkan mereka.
Adapun Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif baru-baru ini di akun twitternya seraya menekankan bahwa kebijakan Donald Trump terhadap Iran sebuah pendekatan gagal menulis, Trump menggunakan alasan paling rapuh untuk mencitrakan kebijakan gagalnya terhadap Iran sebuah kebijakan yang sukses.
Iran menurut Zarif tidak akan pernah menyerah terhadap represi Amerika Serikat.
Republik Islam Iran selama ini memainkan peran utama dalam melawan konspirasi dan aksi poros AS-Zionis di kawasan. (MF)