Sherman Respon Statemen Kontradiktif Pompeo soal Negosiasi dengan Iran
https://parstoday.ir/id/news/world-i70752-sherman_respon_statemen_kontradiktif_pompeo_soal_negosiasi_dengan_iran
Wakil AS di perundingan nuklir dengan Iran yang berakhir dengan kesepakatan JCPOA menertawakan usulan menteri luar negeri Amerika untuk berunding dengan Iran.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Jun 03, 2019 06:14 Asia/Jakarta
  • Wendy Sherman
    Wendy Sherman

Wakil AS di perundingan nuklir dengan Iran yang berakhir dengan kesepakatan JCPOA menertawakan usulan menteri luar negeri Amerika untuk berunding dengan Iran.

MNA melaporkan, Wendy Sherman, wakil AS di perundingan nuklir tahun 2015 antara Iran dan kelompok 5+1 di era kepresidenan Barack Obama saat merespon penipuan Mike Pompeo terkait usulan perundingan tanpa syarat Washington kepada Tehran dalam sebuah pesan twitternya menulis, foto bersama dengan pemimpin Korea Utara gagal membuat Donald Trump meraih hasil yang diinginkannya.

Pompeo

Sherman lebih lanjut mengungkapkan, kini Trump berusaha menguji keberuntungannya dengan Iran.

 

Mike Pompeo saat konferensi pers bersama sejawatnya dari Swiss, Ignazio Cassis menyatakan, Amerika siap berunding tanpa syarat dengan Iran, namun ia masih tetap menekankan kebijakan represi sekeras mungkin terhadap Tehran.

 

Seraya menekankan kembali bahwa Republik Islam Iran tidak akan berunding dengan AS, Ayatullah Khamenei mengatakan, sama seperti yang dijelaskan sebelumnya, alasan menolak bernogsiasi dengan Amerika adalah pertama tidak ada manfaatnya dan kedua malah merugikan.

 

Sementara itu, Jubir Kemenlu Iran, Sayid Abbas Mousavi saat merespon statemen Pompeo mengatakan, bagi Republik Islam Iran permainan kata-kata dan penjelasan tujuan tersembunyi melalui kalimat baru bukan tolok ukur sebuah tindakan, tapi perubahan pendekatan menyeluruh dan perilaku praktis AS terhadap bangsa Iran yang menjadi tolok ukur.

 

Menurutnya, penekanan Pompeo atas berlanjutnya kampanye represi sekeras mungkin terhadap Iran sebuah indikasi bahwa pendekatan keliru sebelumnya yang harus diluruskan masih terus berlanjut. (MF)