Klaim baru Bolton: Iran Lirik Cadangan Uranium Venezuela
-
John Bolton
Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat, John Bolton Selasa (11/06) dalam sebuah klaim terbarunya menuding Republik Islam Iran berusaha mengakses sumber-sumber uranium Venezuela.
Seperti dilaporkan IRIB, John Boltin dalam sebuah pertemuan yang digelar Koran Wall Street Journal mengklaim Venezuela memiliki cadangan uranium terbesar dunia, oleh karena itu menjadi target utama Iran.
Selain itu, Bolton juga menuding Rusia, Kuba, Cina dan Iran terlibat di Venezuela dan mengancam kepentingan Amerika Serikat.
Penasihat keamanan nasional Donald Trump ini seraya mengklaim bahwa kekuatan asing tengah berusaha menebar pengaruh di Venezuela menilai tak tepat berbicara mengenai doktrin Monroe.
Sebelumnya Bolton juga menuding Iran, Rusia, Kuba dan Cina mengintervensi urusan internal Venezuela.
Berdasarkan Doktrin Monroe yang diajukan tahun 1823 oleh James Monroe, presiden AS saat itu, Washington menganggap Amerika Latin sebagai halaman belakangnya.
Amerika selama beberapa bulan terakhir dengan mendukung kubu oposisi Venezuela ingin mengobarkan kudeta di negara tersebut.
Juan Guaido, pemimpin kubu oposisi Venezuela Rabu 23 Januari dengan dukungan nyata AS dan sekutunya mengangkat dirinya sebagai presiden Venezeula, sebuah langkah yang dinilai pemerintah dan rakyat Venezuela sebagai kudeta terhadap Nicolas Maduro, presiden terpilih negara ini.
Mayoritas negara dunia termasuk Iran, Rusia, Cina dan Kuba mengecam langkah Amerika ini dan menekankan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas wilayah Venezuela.
Amerika dengan menjatuhkan sanksi dan mendukung kubu oposisi Venezuela, berusaha menumbangkan pemerintahan resmi Caracas yang anti Amerika. (MF)