Washington kembali Ancam Tehran dengan Sanksi
-
Menlu AS Mike Pompeo
Setelah pengumuman langkah kedua Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) Iran, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo melontarkan isu penjatuhan sanksi baru terhadap Tehran.
Seperti dilaporkan IRNA, Mike Pompeo Ahad (7/7) usai pengumuman keputusan Republik Islam Iran untuk meningkatkan pengayaan uranium dari 3,67 persen mengklaim, perluasan program nuklir Iran akan berujung pada keterkucilan lebih besar Tehran.
Masih menurut klaim Pompeo, berbagai negara harus membuka kembali standar lama yang menentukan Iran tidak berhak memperkaya uranium di program nuklirnya.
Penurunan level kepatuhan JCPOA Iran diambil menyusul keluarnya Amerika dari kesepakatan nuklir dan sanksi zalim Washington serta kelambanan Eropa menjalankan komitmennya.
Meski Iran secara penuh patuh terhadap JCPOA dan menjalankan komitmennya, anggota Eropa di kesepakatan ini tidak memenuhi janjinya di bidang ini termasuk implementasi mekanisme finansial dengan Iran (INSTEX).
Dengan berakhirnya tenggat waktu 60 hari yang diberikan Iran kepada pihak lain di JCPOA, Tehran sejak 7 Juli 2019 melaksanakan tahap kedua penurunan kepatuhannya di kesepakatan nuklir dan secara resmi mengumumkan, pengayaan uranium akan dimulai di atas level 3,67 persen. (MF)