Keputusan Cina Boikot Perusahaan-perusahaan Senjata AS
https://parstoday.ir/id/news/world-i73084-keputusan_cina_boikot_perusahaan_perusahaan_senjata_as
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina mengumumkan keputusan pemerintah Beijing untuk memboikot perusahaan-perusahaan senjata Amerika Serikat yang menjual produknya ke Taiwan.
(last modified 2025-07-30T02:55:16+00:00 )
Aug 22, 2019 10:56 Asia/Jakarta
  • jet tempur F-16
    jet tempur F-16

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina mengumumkan keputusan pemerintah Beijing untuk memboikot perusahaan-perusahaan senjata Amerika Serikat yang menjual produknya ke Taiwan.

Jubir Kemenlu Cina, Geng Shuang mereaksi persetujuan pemerintah Gedung Putih atas penjualan jet tempur F-16 ke Taiwan meski ditentang Beijing. Ia mengatakan, Cina bermaksud untuk memasukkan nama-nama perusahaan Amerika yang menjual senjata ke Taiwan, ke daftar sanksinya.

Sebelumnya Cina memperingatkan Amerika, jika negara itu sampai menjual senjata ke Taiwan, maka Beijing akan mengambil langkah balasan.

Baru-baru ini pemerintah Amerika menyetujui permohonan Taiwan untuk membeli lebih dari 60 unit jet tempur F-16.

Kementerian Pertahanan Cina mengumumkan, Beijing tidak bisa membiarkan penjualan senjata ke Taiwan dari negara manapun termasuk Amerika, dan menganggapnya sebagai pelanggaran kebijakan Satu Cina.

Peringatan Cina terhadap Amerika terkait boikot perusahaan-perusahaan negara ini jika menjual senjata ke Taiwan dipicu oleh meningkatnya ketegangan politik dua negara.

Cina yang menganggap Taiwan sebagai garis merahnya mengetahui dengan baik kerja sama politik dan militer Taiwan dengan negara manapun, merupakan hal yang sensitif dan melanggar kebijakan Satu Cina.

Dalam pandangan pemerintah Beijing, negara-negara yang berusaha menjalin kerja sama politik dan militer dengan Taiwan, melanggar garis merah Cina, dan hal ini tidak bisa dibiarkan.

Program baru Amerika menjual 60 unit jet tempur F-16 ke Taiwan tetap dijalankan meski hal itu disadari sensitif dan telah melanggar garis merah Cina, karena Washington tidak bisa mengabaikan begitu saja keuntungan besar yang diperoleh dari penjualan senjata ke Taipei.

Presiden Amerika, Donald Trump yang mengkampanyekan jargon "America First", dengan menginjak-injak garis kebijakan umum Cina, berusaha memperluas hubungan politik dan militer dengan Taiwan.

Tampaknya Cina serius menanggapi langkah provokatif Amerika, dan boikot perusahaan-perusahaan senjata negara itu bukan sekedar ancaman.

Surat kabar Global Times dalam analisanya seputar ketegangan Cina-Amerika menulis, jika Amerika tidak menunjukkan sikap menahan diri, maka Cina juga tidak akan kalah langkah, Beijing mempunyai tekad kuat melawan Amerika hingga akhir.

Cina yang dalam perang dagang Amerika melakukan langkah balasan dengan menambah tarif bea masuk produk Amerika ke negaranya, sekarang akan menggunakan senjata boikot untuk menghentikan provokasi Washington.

Berbeda dengan prediksi pejabat Amerika, bahwa Cina akan tunduk pada kebijakan dan langkah Gedung Putih, Beijing ternyata menunjukkan perlawanan sengit dalam melindungi kepentingan nasionalnya, dan mengerahkan seluruh kemampuannya untuk bertarung sampai akhir. (HS)