Penanganan Global Covid-19, dan Sabotase AS
https://parstoday.ir/id/news/world-i81716-penanganan_global_covid_19_dan_sabotase_as
Hubungan antara Amerika Serikat dan Cina mengalami ketegangan dalam beberapa tahun terakhir. Selain isu perang dagang, penyebaran pandemi Corona juga menjadi penyulut pertengkaran kedua negara yang semakin berkobar. Serangan verbal Amerika Serikat terhadap Cina mengenai wabah virus Corona telah mencegah Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi mengenai Covid-19.
(last modified 2026-03-03T08:52:08+00:00 )
May 27, 2020 06:35 Asia/Jakarta

Hubungan antara Amerika Serikat dan Cina mengalami ketegangan dalam beberapa tahun terakhir. Selain isu perang dagang, penyebaran pandemi Corona juga menjadi penyulut pertengkaran kedua negara yang semakin berkobar. Serangan verbal Amerika Serikat terhadap Cina mengenai wabah virus Corona telah mencegah Dewan Keamanan PBB mengeluarkan resolusi mengenai Covid-19.

Wakil Tetap Rusia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Vassily Nebenzia mengkritik sabotase yang dilakukan pemerintah AS terhadap resolusi Dewan Keamanan PBB untuk melawan virus corona. Ia mengatakan, "Resolusi ini sudah siap, tetapi Amerika Serikat pada menit terakhir menyatakan tidak ingin menghubungkan sama sekali dengan Organisasi Kesehatan Dunia, padahal hal seperti itu tidak ada dalam teks resolusi,".

Sementara banyak pejabat dunia mendorong solusi bersama dan kerja sama di tengah penyebaran Covid-19 dan sebaliknya penghentian permusuhan di kawasan sehingga berbagai negara dapat mengatasi penyebaran pendemi global ini. Hingga kini Organisasi Kesehatan Dunia sejauh ini gagal mengeluarkan resolusi mengenai penanganan Covid-19, karena sabotase AS.

Bahkan, presiden AS yang mendapat kecaman atas kesalahan manajemen dan keengganannya untuk mengambil tindakan khusus dalam memerangi wabah Corona di mata opini publik, pejabat dan politisi AS sendiri, terus berusaha menyalahkan Cina dan WHO terutama dalam beberapa pekan terakhir. Trump mengklaim bahwa Cina tidak melakukan hal yang benar dalam mengumumkan waktu dan data statistik penyebaran virus Corona, dan Organisasi Kesehatan Dunia dituding telah memihak Beijing.

Dengan pendekatan seperti itu, Trump menyalahkan Cina dan memotong anggaran Organisasi Kesehatan Dunia. Tidak hanya itu, dia juga mengangkat masalah kompensasi dari Beijing dalam masalah Covid-19.

 

 

Presiden AS, Donald Trump

 

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menuding Beijing menghalangi para peneliti AS untuk melakukan penelitian di Cina mengenai sumber virus Corona. Trump menyalahkan Partai Komunis Cina atas penyebaran wabah Corona. Pompeo mengatakan, "Presiden Amerika Serikat telah memotong anggaran Organisasi Kesehatan Dunia, dan kami bisa menilai kemampuan organisasi ini sehingga kami dapat menjaga orang Amerika tetap aman dan memastikan hal ini tidak terjadi lagi,".

Epidemi Corona dan terbongkarnya kelemahan dan sistem perawatan kesehatan di AS, yang ditunjukkan dengan tingginya angka kematian akibat Covid-19 telah membuat Trump menjadi bulan-bulan kritik melebihi sebelumnya, terutama pada saat ia berusaha memenangkan pemilu presiden November mendatang untuk masa jabatan kedua. Meskipun Trump sejauh ini berusaha menutupi kelemahannya dengan menggunakan taktik menyalahkan Cina, tapi agitasi semacam itu tidak diterima oleh opini publik domestik dan komunitas internasional.

Wakil Cina untuk PBB mengatakan Amerika Serikat berusaha melemahkan perekonomian dunia dengan menciptakan hambatan perdagangan dan memutuskan bantuan kepada Organisasi Kesehatan Dunia. Namun dalam praktiknya, langkah AS tersebut justru memperpanjang penyebaran Covid-19 dan berakibat terjadinya penurunan ekonomi global.

Kini, ketika di banyak negara dunia sudah membuka periode karantinanya, bayangan kemunculan virus corona gelombang kedua dengan daya rusaknya yang besar tetap menjadi masalah global. Dalam konteks ini, kebutuhan untuk mengeluarkan resolusi dan kerja sama serta dukungan semua negara di era pasca-Corona masih sangat terasa. Jadi sabotase yang dilakukan Washington dapat meningkatkan kerusakan global. Oleh karena itu berbagai negara dunia, termasuk Rusia mengkritik sepak terjang Washington tersebut.(PH)