Sekjen PBB: Gaza telah Berubah Menjadi Neraka bagi Anak-anak
-
Serangan udara militer rezim Zionis Israel ke Gaza, Mei 2021.
Sekretaris Jenderal PBB menganggap serangan terhadap warga sipil sebagai kejahatan perang, dan mengatakan penghancuran rumah dan infrastruktur telah mengubah Gaza menjadi neraka bagi anak-anak.
Hal itu disampaikan Antonio Guterres pada pertemuan Majelis Umum PBB untuk membahas agresi Israel di Jalur Gaza, Kamis (20/5/2021) seperti dilansir IRNA.
Dia mengaku terkejut atas berlanjutnya pengeboman Jalur Gaza oleh pasukan Israel, dan menyerukan diakhirinya perang di wilayah pendudukan.
“Jika ada neraka di bumi, itulah kehidupan anak-anak di Gaza hari ini. Pertempuran harus segera dihentikan, saya mengimbau semua pihak untuk menghentikan permusuhan,” tegas Sekjen PBB.
“Ratusan bangunan dan rumah telah hancur, rusak atau tidak dapat ditempati lagi dalam bentrokan baru-baru ini. Bentrokan telah menyebabkan ribuan orang Palestina kehilangan tempat tinggal mereka,” ujar Guterres.
Israel, tegasnya, memiliki kewajiban untuk mengizinkan dan memfasilitasi akses cepat dan tanpa hambatan untuk bantuan kemanusiaan ke Gaza, termasuk makanan, bahan bakar, dan peralatan medis.
Perang antara kelompok perlawanan Palestina dan rezim Zionis dimulai sejak 10 Mei 2021 setelah Israel tidak menggubris ultimatum kubu perlawanan supaya mengakhiri serangan terhadap warga Quds dan Masjid al-Aqsa.
Setidaknya 232 warga Palestina gugur syahid dalam serangan tanpa henti rezim Zionis di Gaza sejak 10 Mei, termasuk 65 anak-anak, 39 wanita, dan 17 orang lanjut usia. (RM)