Aug 17, 2016 17:18 Asia/Jakarta

Tentu Anda masih ingat, pada pertemuan yang lalu, kita telah mendengarkan percakapan antara Muhammad dan Ramin ketika keduanya secara kebetulan bertemu di perpustakaan universitas. Muhammad adalah mahasiswa asal Mesir yang kini sedang menuntut ilmu di bidang sastra Persia di sebuah universitas di Tehran. Sementara Ramin adalah mahasiswa asal Iran yang sedang belajar di bidang studi sejarah di universitas yang sama.

Suatu kali, Muhammad dan Ramin bertemu kembali secara kebetulan saat akan kembali ke asrama mahasiswa. Keduanya tinggal di asrama mahasiswa. Dalam percakapan antara Muhammad dan Ramin, Muhammad menyampaikan keluhannya tentang kamarnya yang berisik dan keinginannya untuk mencari kamar asrama yang lebih bagus. Sebelum kita mendengarkan percakapan di antara keduanya, marilah kita dengarkan kata-kata berikut ini. Dengarkanlah dengan cermat dan tirukanlah kata-kata berikut.

[ulangi dua kali]

Khubi?   خوبی؟ Kamu baik-baik saja?
Mamnun   ممنون Terima kasih
Aya?  آیا؟ Apakah?
Sakhteman  ساختمان Gedung
Yek  یک Satu
Do  دو Dua
Sakhteman-e yek  ساختمان یک Gedung nomor satu
Nah  نه Tidak
Sakhteman-e do ساختمان دو Gedung nomor dua
Pas پس Kalau begitu
Man ... hastam من ... هستم Saya
Shuma ... hastid  شما هستید Anda
Pas پس Kalau begitu
Utaq اتاق Kamar
Jadid جدید Baru
Utaq-e jadid اتاق جدید Kamar yang baru
Chera? چرا Kenapa?
Kuchik کوچک Kecil
Shulugh شلوغ Berisik
Takht تخت Tempat tidur
Khali خالی Kosong
Takht-e khali تخت خالی Tempat tidur kosong
Ma ... darim ما ... داریم Kami punya
Shuma ... darid شما ... دارید Anda punya
Dar در Di atau di dalam
Dar utaq در اتاق Dalam kamar
Ma ما Kami
Utaq-e ma اتاق ما Kamar kami
Bia بیا Mari
Kheili aliye خیلی عالیه Sangat bagus
Be utaq به اتاق Ke kamar

 

Kini, marilah kita mendengarkan percakapan antara Muhammad dan Ramin. Tirukanlah dengan baik kata-kata yang mereka ucapkan.

[ulangi dua kali]

Muhammad

Salam Ramin, kamu baik-baik saja?

Ramin

Salam, terima kasih.

Muhammad

Apakah kamu di gedung nomor satu?

Ramin

Tidak, saya tidak di gedung nomor satu.

Muhammad

Kalau begitu, kamu tinggal di gedung nomor dua.

Ramin

Ya, kamar saya di gedung nomor dua.

Muhammad

Saya menginginkan kamar baru.

Ramin

Kamar baru? Kenapa?

Muhammad

Saya menginginkan kamar baru karena kamar saya kecil dan berisik.

Ramin

Kami di dalam kamar punya satu tempat tidur kosong.

Muhammad

Anda di dalam kamar punya satu tempat tidur kosong?

Ramin

Ya, mari ke kamar kami.

Muhammad

Bagus sekali.

                    

Anda bisa memahami is percakapan itu bukan?

Muhammad mengeluhkan kamarnya yang kecil dan berisik. Ramin memberitahukan bahwa di kamarnya ada tempat tidur kosong. Ramin menawarkan kepada Muhammad agar pindah ke kamarnya.

Kini, marilah sekali lagi mendengarkan percakapan mereka. Kali ini tanpa terjemahan. Perhatikanlah dengan cermat dan tirukanlah dengan sefasih mungkin.