Lintasan Sejarah 15 November 2018
-
Lintasan Sejarah 15 November 2018.
Hari ini, Kamis 15 November 2018 bertepatan dengan 7 Rabiul Awal 1440 Hijriah atau menurut kalender nasional Iran, hari ini tanggal 24 Aban 1397 Hijriah Syamsiah. Berikut kami hadirkan beberapa peristiwa bersejarah yang terjadi pada hari ini di masa lampau.
Ali bin Muhammad Tanukhi Wafat
1098 tahun yang lalu, tanggal 7 Rabiul Awal 342 HQ, Ali bin Muhammad Tanukhi, seorang ulama, sastrawan, dan penyair terkenal abad ke-4 Hijriah, meninggal dunia dalam usia 64 tahun di kota Basrah.
Ali bin Muhammad Tanukhi dilahirkan di Turki dan pada masa mudanya, ia pergi ke Bagdad lalu tinggal di sana.
Tanuqi amat mahir dalam bidang ilmu nahwu, bahasa, matematika, dan sastra. Setelah tinggal beberapa lama di Bagdad, Tanuqi pergi ke Basrah dan bekerja sebagai hakim. Sejak itu, ia pun dikenal dengan nama Hakim Tanukhi. Ia juga terkenal atas kemahirannya berpidato.
Tanukhi meninggalkan berbagai karya penulisan di antaranya buku kumpulan syair dan buku berjudul "Kitab al-Aruudh."
Konferensi Berlin Dimulai
134 tahun yang lalu, tanggal 15 November 1884, dimulailah Konferensi Berlin di Jerman yang membahas pembagian koloni negara-negara Eropa di kawasan Afrika.
Konferensi yang berlangsung hingga bulan Februari tahun berikutnya itu, dihadiri oleh Perancis, Inggris, Rusia, Belgia, Portugis, Austria, dan Jerman. Tujuan utama penyelenggaraan konferensi itu adalah untuk menyelesaikan persengketaan di antara negara-negara peserta konferensi menyangkut perluasan daerah koloninya di Afrika. Saat itu, benua Afrika dikenal sebagai daerah yang memiliki sumber daya alam yang subur serta tenaga kerja orang-orang kulit hitam yang sangat murah.
Dalam konferensi itu dihasilkan kesepakatan bahwa setiap negara yang hendak memperluas daerah koloninya di Afrika diharuskan untuk memberitahu negara-negara lainnya. Namun kesepakatan konferensi ini tidak berhasil mengakhiri persaingan Negara-negara imperialis Eropa.
Allamah Thabathabai Wafat
37 tahun yang lalu, tanggal 24 Aban 1360 HS, Allamah Sayid Mohammad Hossein Thabathabai, seorang filsuf, mufasir, dan ulama besar Iran meninggal dunia pada usia 80 tahun.
Beliau dilahirkan di kota Tabriz, sebuah kawasan di barat laut Iran, dari sebuah keluarga religius dan pecinta ilmu.
Allamah Thabathabai dikenal sebagai ulama yang memberikan warna kesegaran dalam dunia pengajaran keagamaan di hauzah ilmiah Iran. Dalam mengajarkan filsafat, tafsir, dan irfan di hauzah, Allamah memperkenalkan cara-cara baru. Hal yang sama ia lakukan dalam bidang penulisan.
Kitab Tafsir "al-Mizan", sebuah karya agung di bidang tafsir kontemporer, adalah salah satu karya tulisannya. Dalam kitab tafsir itu, untuk pertama kalinya dunia tafsir dikenalkan dengan metodologi tafsir baru yaitu penafsiran ayat dengan ayat.