PBB Peringatkan Memburuknya Krisis Kemanusiaan di Gaza
-
Farhan Haq, Wakil Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB
Pars Today - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah memperingatkan memburuknya krisis kemanusiaan di Gaza seiring dengan terus berlanjutnya hujan di Palestina.
Menurut laporan Mehr mengutip surat kabar Al-Quds Al-Arab, Farhan Haq, Wakil Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB mengumumkan bahwa Gaza menghadapi sistem curah hujan baru yang meningkatkan risiko hipotermia (suhu tubuh turun di bawah 35 derajat Celcius) bagi anak-anak dan bayi.
Menurutnya, PBB mendistribusikan hingga 8.000 potong pakaian musim dingin setiap hari dan ratusan keluarga dari daerah pesisir yang rawan banjir telah dipindahkan ke tempat yang lebih aman.
Haq melaporkan gangguan berkelanjutan dalam masuknya bahan-bahan pendidikan ke Jalur Gaza, mengatakan bahwa sejak awal Desember, sekitar 260.000 orang telah menerima bantuan makanan melalui 60 titik distribusi, termasuk di Gaza utara. Tim dokter hewan juga telah memasuki Gaza untuk pertama kalinya sejak Agustus.
Merujuk pada peningkatan insiden keamanan yang menurutnya "mengancam nyawa warga sipil dan pekerja bantuan", ia mencatat bahwa sebuah pusat medis di Al-Maghazi juga diserang dalam beberapa jam terakhir di daerah yang dikenal sebagai daerah "Garis". Tidak ada satu pun "yang menjadi sasaran peluru".
Al-Quds Al-Arabi menulis, Menurut data dari Kementerian Kesehatan Gaza, lebih dari setengah obat-obatan dasar tidak tersedia, dan kekurangan yang parah pada peralatan medis, bedah, dan vital telah dilaporkan.
Menanggapi pertanyaan dari Al-Quds Al-Arabi tentang serangkaian pelanggaran Israel baru-baru ini di Gaza, Tepi Barat, dan Lebanon, Wakil Sekretaris Jenderal PBB menekankan bahwa semua lembaga, termasuk Israel, wajib mematuhi hukum internasional dan bahwa setiap pembunuhan warga sipil harus diselidiki.
Terkait perkembangan di Yaman selatan, Haq juga mengumumkan bahwa Sekretaris Jenderal akan menindaklanjuti perkembangan terkini, termasuk perluasan pengaruh Dewan Transisi Selatan [yang didukung UEA], selama kunjungan mendatangnya ke Oman dan Arab Saudi, dan bahwa PBB menekankan perlunya menjaga kedaulatan dan integritas wilayah Yaman.(sl)