Menlu Belgia: Keputusan Israel Membangun Pemukiman Baru Tidak Dapat Diterima
-
Menteri Luar Negeri Belgia Maxime Prevot
Pars Today - Dalam sebuah pesan, Menteri Luar Negeri Belgia Maxime Prevot menggambarkan keputusan rezim Zionis untuk membangun pemukiman baru sebagai pelanggaran hukum internasional yang tidak dapat diterima.
Menurut laporan IRNA dari Anadolu Agency pada Selasa (23/12/2025) pagi, Menteri Luar Negeri Belgia Maxime Prevot menulis dalam sebuah pesan di media sosial, "Pengumuman kabinet keamanan Israel tentang pembangunan 19 pemukiman di Tepi Barat adalah pelanggaran hukum internasional yang jelas dan tidak dapat diterima."
Prevot mengatakan, Keputusan ini merupakan penentangan yang jelas terhadap solusi dua negara, yang tetap menjadi pilihan terbaik dan satu-satunya untuk menjamin keamanan jangka panjang bagi Palestina dan Israel.
Sementara itu, pemerintah Jerman sebelumnya mengumumkan bahwa kelanjutan pembangunan pemukiman Israel di Tepi Barat merupakan pelanggaran hukum internasional yang jelas.
Pada hari Senin (22/12), pemerintah Jerman memperingatkan terhadap kelanjutan pembangunan pemukiman Israel di Tepi Barat, dan menekankan bahwa proses ini, alih-alih mengakhiri pendudukan, justru melanggengkan pendudukan tersebut.
“Posisi pemerintah Jerman sangat jelas. Permukiman melanggar hukum internasional. Kami menolaknya sepenuhnya,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Jerman Kathrin Deshauer dalam konferensi pers di Berlin. “Tindakan ini juga membahayakan tujuan pemerintah Jerman untuk mencapai solusi dua negara melalui negosiasi dan, alih-alih mengakhiri pendudukan Tepi Barat, seperti yang diminta oleh Mahkamah Internasional, justru melanggengkan pendudukan.”
Pernyataan Deshauer disampaikan setelah kabinet Israel menyetujui rencana pembangunan 19 permukiman baru di Tepi Barat yang diduduki.(sl)