Ryabkov: BRICS Tak Akan Dijadikan Blok Militer
-
Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Ryabkov
Moskow - Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Ryabkov, menegaskan BRICS bukanlah aliansi militer dan tidak ada rencana untuk mengubahnya menjadi blok pertahanan.
Melaporkan dari kantor berita TASS, IRNA pada Sabtu, 14 Februari 2026, memberitakan pernyataan Ryabkov dalam wawancara yang dipublikasikan hari ini, "Saya ingatkan bahwa BRICS bukan aliansi militer dan bukan pula organisasi keamanan bersama dengan kewajiban pertahanan kolektif. Tidak pernah ada rencana semacam itu."
Menanggapi latihan angkatan laut baru-baru ini di Afrika Selatan, Ryabkov menjelaskan bahwa beberapa negara anggota BRICS berpartisipasi sebagai negara berdaulat, dan kegiatan tersebut bukan merupakan agenda resmi BRICS.
Ryabkov juga menegaskan bahwa BRICS tidak memiliki mekanisme untuk melindungi kapal dagang dari serangan, selain upaya meningkatkan logistik dan memperkuat ketahanan terhadap sanksi. "Kami tidak menetapkan tugas seperti itu untuk diri kami sendiri. Kebutuhan keamanan harus dipenuhi dengan instrumen lain," ujarnya.
BRICS didirikan tahun 2010 oleh Brasil, Rusia, India, dan Tiongkok di Yekaterinburg, Rusia. Setahun kemudian, Afrika Selatan bergabung. Republik Islam Iran, Mesir, Etiopia, dan Uni Emirat Arab resmi menjadi anggota sejak Januari 2024, disusul Indonesia pada Januari 2025. Kelompok ini juga telah mengumumkan daftar negara mitra.(sl)