Partisipasi 20 Negara di Pameran Al-Qur'an Internasional ke-33 di Tehran
-
Hujjat al-Islam Seyed Mostafa Hosseini Neyshabouri, Kepala Bidang Internasional Pameran Al-Qur'an Internasional ke-33
ParsToday – Pameran Al-Qur'an Internasional ke-33 akan digelar dengan partisipasi 20 negara serta serangkaian program ilmiah, seni, dan upacara penghargaan bagi para pelayan Al-Qur'an.
Melaporkan dari IRIB, ParsToday pada Jumat, 20 Februari 2026, Hujjat al-Islam Seyed Mostafa Hosseini Neyshabouri, Kepala Bidang Internasional Pameran Al-Qur'an Internasional ke-33, mengumumkan bahwa bidang ini akan mulai beroperasi bersamaan dengan pembukaan bidang domestik pada Sabtu, 21 Februari 2026. Bidang internasional akan menjadi tuan rumah berbagai program ilmiah, budaya, dan seni selama dua pekan.
Menurutnya, pada edisi ini, 20 negara dari berbagai kawasan, termasuk Afrika Utara, dunia Arab, negara-negara tetangga, Indonesia, negara-negara ASEAN, dan anak benua akan berpartisipasi dalam Pameran Al-Qur'an Internasional.
Berdasarkan laporan ini, di bidang seni, sekitar 10 negara termasuk Turki, Oman, Mesir, dan Bahrain akan ambil bagian. Di bidang ilmiah, tujuh negara berpartisipasi, dan di bidang produk budaya, tiga negara turut serta. Keragaman geografis ini menunjukkan posisi Pameran Al-Qur'an Internasional yang semakin berkembang sebagai salah satu peristiwa Al-Qur'an terpenting di dunia Islam.
Kepala Bidang Internasional Pameran Al-Qur'an Internasional merujuk pada program khusus edisi ini dan mengatakan, "Penghargaan bagi para pelayan Al-Qur'an domestik serta dua tokoh terkemuka Al-Qur'an dari luar negeri masuk dalam agenda." Sekitar 20 pertemuan khusus dan 20 acara peluncuran karya Al-Qur'an juga akan digelar. Ia menambahkan bahwa pertemuan Al-Qur'an Tehran ke-4 akan berlangsung dengan dihadiri para cendekiawan dari berbagai negara, mengangkat tema "Al-Qur'an dan Nabi Muhammad SAW" dalam rangka memperingati 1500 tahun kelahiran Nabi Islam.
Memperkenalkan Kapasitas Al-Qur'an Iran kepada Tamu Asing
Hosseini Neyshabouri menyebut salah satu inisiatif edisi Pameran Al-Qur'an Internasional ini adalah memperkenalkan kapasitas Al-Qur'an Republik Islam Iran melalui produksi konten multibahasa. Ia mengatakan langkah ini dilakukan dengan tujuan memperluas interaksi budaya dan mentransfer pengalaman Al-Qur'an Iran ke negara lain.
Ia juga mengumumkan kehadiran Syeikh Abujarah Sulthani, cendekiawan Al-Qur'an asal Aljazair, sebagai tamu khusus. Ia menambahkan bahwa karya-karya terkait Al-Qur'an, Nahj Al-Balaghah, dan Sahifah Sajjadiyah yang diproduksi sejalan dengan ajaran Al-Qur'an dan konsep Ahlulbait akan dipamerkan pada edisi ini. Menurutnya, sebagian karya ini membahas topik-topik seperti jihad tabayyun, pencerahan, dan kontra narasi perang.
Pameran Al-Qur'an Internasional ke-33 dengan slogan "Iran di Bawah Lindungan Al-Qur'an" akan diselenggarakan di Mosala Imam Khomeini, Tehran. Peristiwa budaya ini merupakan manifestasi diplomasi budaya Iran dan interaksi Al-Qur'an dengan dunia Islam.(sl)