Hormozgan: Negeri "Anba", Ibu Kota Mangga Iran
https://parstoday.ir/id/news/iran-i190058-hormozgan_negeri_anba_ibu_kota_mangga_iran
Pars Today - Mangga, buah tropis berwarna keemasan dengan aroma memikat, memiliki tempat istimewa di Iran selatan, melebihi sekadar produk perkebunan. Di provinsi Hormozgan, buah yang dalam dialek lokal disebut "Anba" ini bukan hanya bagian dari pertanian regional, melainkan telah menyatu dengan budaya, ekonomi, dan gaya hidup masyarakat.
(last modified 2026-05-17T07:53:24+00:00 )
May 17, 2026 14:46 Asia/Jakarta
  • Buah mangga di Hormozgan
    Buah mangga di Hormozgan

Pars Today - Mangga, buah tropis berwarna keemasan dengan aroma memikat, memiliki tempat istimewa di Iran selatan, melebihi sekadar produk perkebunan. Di provinsi Hormozgan, buah yang dalam dialek lokal disebut "Anba" ini bukan hanya bagian dari pertanian regional, melainkan telah menyatu dengan budaya, ekonomi, dan gaya hidup masyarakat.

Melansir laporan IRNA, 17 Mei 2026, kondisi iklim hangat dan lembap, kearifan lokal para pekebun, serta sejarah panjang budidaya komoditas ini menjadikan Hormozgan kini dikenal sebagai pusat produksi mangga di Iran.

Provinsi Hormozgan saat ini mengalokasikan 2.800 hektare kebunnya untuk budidaya mangga, dengan produksi tahunan sekitar 28.000 ton, menduduki peringkat pertama nasional. Posisi ini tidak hanya ditopang oleh kondisi iklim yang menguntungkan, tetapi juga berakar pada tradisi budidaya berusia ratusan tahun, pengetahuan lokal pekebun, serta potensi industri pengolahan dan pasar ekspor yang terus berkembang.

Di posisi kedua, Sistan dan Baluchestan mencatat lebih dari 1.600 hektare lahan dan produksi tahunan melebihi 17.000 ton.

Di antara wilayah-wilayah penghasil, kabupaten Minab, Rudan, Bandar Abbas, dan Jask merupakan sentra produksi mangga terpenting di Hormozgan. Minab, dengan 1.700 hektare lahan tanam, adalah "jantung" produksi mangga provinsi ini. Sebagian besar hasil panen dipanen dalam kondisi setengah matang untuk diolah menjadi asinan, acar, bubuk mangga, dan produk turunan lainnya. Sisanya dipasarkan dalam kondisi segar, baik untuk konsumsi domestik maupun ekspor.

Hormozgan: Asal-Usul Kuno Mangga di Iran Selatan

Mangga berakar mendalam dalam budaya dan peradaban India, dengan sejarah yang membentang hingga sekitar 4.000 tahun silam. Buah kaya manfaat ini dikenal dengan nama "Safda" di India dan termasuk dalam keluarga pistachio serta mete.

Awalnya dibudidayakan oleh penganut Hindu dan Buddha, mangga perlahan memperoleh tempat istimewa dalam budaya, ritual, dan kepercayaan masyarakat India, bahkan disebutkan dalam naskah-naskah kuno Sanskerta. Dalam budaya India, mangga melambangkan cinta, persahabatan, dan berkah; daunnya kerap digunakan untuk menghiasi perayaan dan upacara adat.

Dari India, mangga menyebar ke berbagai negara, termasuk Afrika, Timur Tengah, kemudian Amerika Selatan dan Tengah. Kini, di banyak negara, termasuk Iran, mangga telah menjadi bagian tak terpisahkan dari pola makan masyarakat.

Di Iran, mangga termasuk pohon tropis kuno di wilayah selatan. Bukti lokal menunjukkan bahwa budidayanya di Hormozgan telah berlangsung selama 500–700 tahun. Pohon-pohon mangga berusia ratusan tahun di kebun-kebun Minab menjadi saksi adaptasi panjang komoditas ini terhadap iklim selatan, serta kehadirannya dalam budaya pangan dan pertanian regional.

Dari Kuncup Mangga hingga Pasar Ekspor Teluk Persia

Kini, tak diragukan lagi, Hormozgan adalah ibu kota mangga Iran, provinsi di mana mangga telah melampaui status produk perkebunan menjadi bagian dari identitas pertanian selatan. Dari kuncup di akhir musim dingin, panen buah hijau dan matang di musim semi dan panas, dari asinan lokal hingga pasar ekspor Teluk Persia: semua menunjukkan bahwa mangga di provinsi ini bukan sekadar buah, melainkan peluang ekonomi, warisan budaya, dan keunggulan strategis.

Di tengah pentingnya pengembangan perkebunan berbasis pengetahuan, penyempurnaan rantai nilai, serta dukungan terhadap pengolahan dan ekspor, mangga Hormozgan berpotensi menjadi model sukses yang menyinergikan pertanian lokal, industri pengolahan, dan pasar regional. Model yang rasa manisnya tidak hanya terasa pada buahnya, tetapi juga pada kesejahteraan pekebun dan geliat ekonomi selatan.

Hingga kini 255 unit industri pengolahan dan pangan telah beroperasi di Hormozgan, mencakup sektor pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, dan unggas, dengan kapasitas penyerapan bahan baku mencapai 2,3 juta ton.(Sail)