Kemeriahan Menyambut Pilpres ke-12 Iran
-
pemilu Iran
Rakyat Iran kembali menyambut kemeriahan pemilu presiden periode ke-12 negaranya. Sebulan ke depan tepatnya hari Jumat, 19 Mei 2017 pemilu presiden Republik Islam Iran periode ke-12 akan diselenggarakan bersamaan dengan pemilu Dewan kota dan desa, kelima, dan pemilu paruh waktu Majelis Syura Islam Iran atau parlemen.
Peluang dan langkah-langkah hukum sudah dilakukan agar pemilu kali ini belangsung lebih baik dan semua indikasi menunjukkan kemeriahaan rakyat menyambut kontestasi demokrasi ini. Realitas itu diakui oleh kalangan media dan politik di tingkat regional dan internasional. Namun sampai sekarang secara resmi kontestasi politik itu belum dimulai, karena tahap-tahap uji kelayakan para calon kandidat presiden Iran oleh Dewan Garda Konstitusi negara ini masih berlangsung. Kita harus menunggu hingga lembaga itu selesai melaksanakan tugasnya dan mengumumkan calon-calon final peserta pemilu kali ini.
Proses semacam ini tidak hanya berlaku di Iran, lembaga-lembaga serupa Dewan Garda Konstitusi Iran juga terdapat di banyak negara lain dan memikul tugas yang sama. Di sebagian negara, tugas itu dijalankan oleh sebuah lembaga semacam Mahkamah Konstitusi dan di sebagian negara lain oleh parlemen. Lepas dari itu semua, apa yang ramai dibicarakan di media hari ini adalah kemeriahan menjelang pemilu presiden di Iran dan hal ini menempatkan Iran pada posisi khusus di level dunia dan sebagai sebuah model yang menarik perhatian banyak analis.
Realitasnya, karakteristik semacam ini yaitu kemeriahan menyambut pemilu presiden Iran sekarang menjadi salah satu isu hangat di media. Pandangan ini adalah pandangan akurat, pasalnya nasib pemilu di Iran berbeda dengan pemberitaan di media atau analisa para pakar, tidak ditentukan oleh pembagian kubu politik di negara ini berdasarkan kencederungannya seperti kubu konservatif dan reformis.
Mungkin saja laporan-laporan semacam ini bisa menggiring suara pemilih kepada salah satu calon kandidat sekaligus menambah kemeriahan pemilu. Akan tetapi apa yang paling menentukan nasib pemilu, adalah keputusan dan suara rakyat. Suara rakyat adalah bukti perhatian rakyat pada masa depan politik dan pemerintahan serta kepercayaan mereka atas janji-janji kampanye seorang kandidat presiden, lepas dari kubu politik mana ia berasal.
Rakyat Iran dalam setiap pesta demokrasi selalu mengamalkan kewajibannya dengan benar dan pada saat yang sama mereka menggunakan haknya untuk memberikan suara kepada salah satu kandidat pilihannya. Inilah kenyataan yang dapat disaksikan langsung tanpa perantara dalam setiap pemilu Iran. Oleh karena itu, hampir semua media dengan berbagai kecenderungan dan motif tertentu, sepakat pada satu hal bahwa rakyat Iran dalam setiap pemilu atau peristiwa besar lainnya selalu berpartisipasi aktif. Mereka secara sadar dan dengan penuh rasa tanggung jawab turut memeriahkan momen-momen tersebut.
Kemeriahan di tempat-tempat pemunguatan suara di Iran kerap memenuhi halaman-halaman pertama media asing. Tapi adalah hal yang lumrah bahwa setiap partai dan gerakan politik dalam setiap pemilu selalu memusatkan perhatiannya pada tantangan, kritik dan analisa masalah-masalah terkini. Sebagaimana sekarang kita saksikan dalam kontestasi demokrasi di Iran. Akan tetapi apa yang jauh lebih tinggi dari semua pembahasan ini dan sengitnya persaingan dalam pemilu, bagi setiap anggota masyarakat sebagai pemilik asli pemilu adalah partisipasi dalam makna yang sebenarnya.
Dari sini dapat dipahami bahwa apa yang selalu menjadi faktor determinan dalam setiap pemilu di Republik Islam Iran dan akan terus seperti itu adalah suara rakyat. (HS)