Pilpres Iran, Enam Kandidat Capres Lolos Uji Kelayakan
https://parstoday.ir/id/news/iran-i36378-pilpres_iran_enam_kandidat_capres_lolos_uji_kelayakan
Dewan Garda Konstitusi Iran, Kamis (20/4) malam mengumumkan enam nama kandidat capres yang lolos dalam uji kelayakan dalam pemilu presiden periode ke-12 negara ini.
(last modified 2026-04-12T10:02:39+00:00 )
Apr 21, 2017 10:02 Asia/Jakarta
  • Dewan Garda Konstitusi Iran
    Dewan Garda Konstitusi Iran

Dewan Garda Konstitusi Iran, Kamis (20/4) malam mengumumkan enam nama kandidat capres yang lolos dalam uji kelayakan dalam pemilu presiden periode ke-12 negara ini.

Berdasarkan pengumuman Komisi Pemilihan Umum Iran, nama-nama kandidat capres dalam pemilu presiden Iran periode ke-12 adalah Sayid Mostafa Agha Mirsalim, Eshaq Jahangiri Koushai, Hassan Rouhani, Sayid Ebrahim Raisi Sadati, Mohammad Baqer Qalibaf dan Sayid Mostafa Hashemi Taba.

Pemilu presiden Iran periode ke-12 digelar pada tanggal 19 Mei 2017, bersamaan dengan pemilu periode kelima Dewan kota dan desa, dan pemilu paruh waktu Majelis Syura Islam Iran (parlemen). Dengan diumumkannya nama-nama kandidat capres pemilu presiden Iran periode ke-12 yang lolos uji kelayakan, maka lembaran baru sejarah pemilu Iran sudah dibuka.

Pemilu presiden Iran kali ini ditinjau dari berbagai sisi, menjadi pusat perhatian media dan kalangan politik. Hal yang paling menyedot perhatian adalah keputusan kandidat-kandidat capres mana yang berhasil lolos uji kelayakan sehingga bisa terjun dalam kontestasi demokrasi Iran kali ini.

Pada tahap pendaftaran kandidat capres pemilu Iran kali ini, sejumlah tokoh politik yang sempat aktif dalam periode-periode sebelumnya, bersama ratusan tokoh lainnya, menyatakan kesiapan untuk ikut dalam kontestasi pemilu presiden periode ke-12 Iran. Berdasarkan Undang-undang Dasar Republik Islam Iran tidak ada larangan bagi seorang warga negara untuk mencalonkan diri sebagai kandidat capres dalam kerangka persyaratan yang berlaku. Oleh karena itu diperkirakan pemilu presiden Iran periode sekarang akan diikuti oleh banyak kandidat.

Namun demikian Dewan Garda Konstitusi berdasarkan amanat UU bertanggung jawab untuk melakukan uji kelayakan para kandidat capres. Pasal (9) Bab 110 UUD Iran menyebutkan, kelayakan setiap kandidat capres dari sisi dipenuhinya seluruh syarat sesuai dengan yang ditetapkan UU, harus mendapat pengesahan Dewan Garda Konstitusi sebelum digelarnya pemilu presiden. Terkait hal ini sudah dijelaskan bahwa para kandidat capres harus memiliki latar belakang politik dan keagamaan serta meyakini prinsip-prinsip Republik Islam dan agama resmi Iran.

Jika sepintas saja kita melihat daftar final nama-nama kandidat capres yang diumumkan Dewan Garda Konstitusi, dapat dikatakan keenam nama yang ada berasal dari berbagai golongan dan kelompok politik dengan kencenderungan yang berbeda-beda. Masing-masing kandidat adalah tokoh politik yang termasuk punya nama di Iran, karena sempat menduduki pos-pos penting mulai dari jabatan presiden sampai jabatan-jabatan yang lainnya.

Dari sekarang hitung mundur sampai hari pelaksanaan pemilu presiden periode ke-12 di Iran sudah dimulai. Setiap pemilu memiliki dua asas. Asas pertama adalah partisipasi yang menentukan legitimasi setiap pemilu dan menjadi sebuah gerakan efektif dalam menentukan masa depan politik negara. Sementara asas pemilu kedua adalah para kandidat yang bersedia memikul tanggung jawab pemerintahan atas dasar pilihan rakyat.

Beberapa hari menjelang hari penyelenggaraan pemilu presiden Iran, Jumat, 19 Mei 2017, arena kampanye akan dipenuhi oleh enam orang yang dinyatakan lolos uji kelayakan oleh Dewan Garda Konstitusi. Dalam tahap pemilu ini, para kandidat capres harus menjelaskan program-program kerjanya dalam setiap acara debat dan kampanyenya.

Tahap ini harus dianggap sebagai motor penggerak dan faktor yang bisa memperkuat motivasi serta meningkatkan kemeriahan pemilu. Dapat dipastikan semakin baik tahapan pemilu in berlangsung, maka akan menambah tingkat partisipasi rakyat dalam pemilu, dan ini merupakan fondasi sistem demokrasi relijius yang dipakai di Iran. (HS)