Kampanye Kandidat Presiden Iran
-
Kandidat Pilpres ke 12 Iran
Para kandidat presiden Republik Islam Iran di kampanye pemilunya memaparkan strategi mereka untuk menyelesaikan beragam kendala yang dihadapi negara saat ini.
Hassan Rouhani, presiden sekaligus kandidat pilpres ke 12 Sabtu (29/4) malam di canel satu Televisi Iran seraya menjelaskan sikap ekstrem tidak pernah berhasil membuat sebuah bangsa mengatakan, perundingan nuklir, interaksi dengan dunia, menghentikan sanksi, mengontrol inflasi, menggerakkan sektor produksi ekonomi, meningkatkan daya beli rakyat serta menciptakan kondisi tepat bagi warga untuk mengakses informasi serta teknologi global sampai saat ini menjadi perioritas pemerintahannya.
Rouhani menilai investasi membutuhkan keamanan dan stabilitas. “Untuk menggenjot ekspor produk Iran, harus ada interaksi dengan dunia dan meningkatkan investasi serta lawatan para pemimpin dunia ke Tehran mengindikasikan negara dunia menghormati Republik Islam,” papar Rouhani.
Sementara itu, Ebrahim Raesi, kandidat presiden lainnya di pemilu ke 12 Iran hari Sabtu saat menggelar kampanye pemilu di Tehran menilai penyelesaian isu pengangguran pemuda membutuhkan transformasi serius dalam manajemen eksekutif negara. Ia mengatakan, rakyat Iran mampu memainkan peran di sektor ekonomi, sosial dan budaya serta menyelesaikan beragam kendala.
Seraya menekankan implementasi kebijakan ekonomi muqawama, Raesi menambahkan, ekonomi muqawama mampu bertahan dihadapan represi musuh dan ekonomi ini di Iran memiliki dimensi eksternal dan internal.
Eshaq Jahangiri, kandidat lainnya hari Sabtu malam di program dialog khusus di canel 2 televisi Iran seraya menekankan bahwa memenuhi kebutuhan mereka yang tidak mampu termasuk bagian dari cita-cita Republik Islam Iran mengatakan, peran presiden, memimpin masyarakat dan bagi pemerintahan seperti ini, inovasi dan kemampuan ekonomi serta kebersihan para pemimpin dari beragam skandal sangat penting.
Jahangiri juga menyebut Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) muncul dari sikap lunak heroik Iran. “Dengan JCPOA, tekad bangsa Iran unggul dari keinginan kekuatan yang ingin mengucilkan Tehran dengan dalih program nuklir damai,” tambah Jahangiri.
Sementara itu, Mostafa Mir-Salim kandidat lainnya di acara wawancara radio mengatakan, jika ia berhasil menarik kepercayaan rakyat, dengan bersandar padap engalaman, spesalisasi dan efektifitas berbagai individu, maka dirinya akan bermusyawarah dengan mereka untuk menyelesaikan polusi kota dan mencari solusi terbaik.
Adapun Mostafa Hashemitaba salah satu kandidat pilpres ke 12 Iran Sabtu malam di acara Iran 96 di IRIB mengatakan, warga Iran yang berdomisili di luar mampu mengangkat level keilmuan negara dan meningkatkan ekspor, jaringan finansial, dan teknologi Iran dengan negara lain.
Hashemitaba juga menyebut prioritas kerjanya adalah menyelesaikan isu lingkungan hidup dan iklim. “Dengan menjaga alam Iran, berbagai krisis dan kendala mendatang negara ini akan terselesaikan dan meningkatkan sektor pariwisata juga mekanisme terbaik mengatasi pengangguran,” tambah Hashemitaba.
Pemilu presiden Republik Islam Iran ke 12 akan digelar 19 Mei 2017. (MF)