Parlemen Iran Kecam Brutalitas Aparat Keamanan Al Khalifa
-
Parlemen RII
Anggota parlemen Republik Islam Iran mengecam kejahatan rezim Al Khalifa terhadap Sheikh Isa Qassim, ulama terkemuka Bahrain.
Parlemen Iran dalam sebuah pernyataan, Rabu (24/5/2017) menyebutkan, tindakan represif terhadap Sheikh Isa Qassim berdasarkan tuduhan palsu dan vonis tidak adil terhadapnya dilakukan bersamaan dengan kunjungan Donald Trump, Presiden Amerika Serikat ke kawasan, di mana langkah ini diambil atas lampu hijau AS, Inggris dan Arab Saudi.
Anggota-anggota parlemen juga mengungkapkan dukungannya kepada rakyat Bahrain yang bergerak di jalur martabat dan kebebasan serta untuk menuntut hak-hak sah mereka.
Mereka lebih lanjut memperingatkan bahwa kelanjutan kebijakan anti-agama di Bahrain dan pengabaian terhadap tuntutan legal rakyat negara ini akan membawa dampak yang tidak terduga.
Keputusan pengadilan rezim Al Khalifa yang menjatuhkan hukuman penjara selama setahun terhadap Sheikh Isa Qassim dan penyitaan propertinya atas tuduhan palsu telah mengobarkan unjuk rasa rakyat Bahrain.
Aparat keamanan Bahrain merespon demonstasi damai itu dengan menyerang rumah Sheikh Isa Qasseim di distrik al-Diraz pada Selasa, 23 Mei 2017.
Serangan brutal tersebut dilaporkan merenggut nyawa lima orang dan melukai lebih dari 100 lainnya. Sekitar 300 orang juga ditangkap dalam insiden itu.
Aparat keamanan Bahrain mengepung dan menyerang rumah Sheikh Isa Qassim setelah memperoleh lampu hijau dari Amerika Serikat dan Arab Saudi. (RA)