Jubir Kemlu Iran: Perlawanan terhadap Israel Berlanjut
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran menekankan kelanjutan perlawanan terhadap rezim penjajah Zionis Israel.
"Posisi Republik Islam Iran terhadap rezim penjajah, Zionis (Israel) tidak dapat diubah dan selama penjajahan ini berlanjut, maka Muqawama (perlawanan) juga akan berlanjut," kata Bahram Qassemi dalam jumpa pers yang dihadiri oleh wartawan dalam dan luar negeri, Senin (29/5/2017) .
Penegasan tersebut disampaikan Qassemi menyusul pertanyaan seorang wartawan IRIB terkait reaksi Iran atas rapat pertama kabinet rezim Zionis di terowongan kuno di bawah Tembok Ratapan dan tuntutan Gerakan Muqawama Islam Palestina (Hamas) kepada negara-negara Muslim untuk mereaksi langkah Israel itu.
Qassemi lebih lanjut menyinggung kunjungan Donald Trump, Presiden Amerika Serikat ke Arab Saudi dan pengulangan tuduhan palsunya terhadap Iran.
"Kunjungan Trump ke sebuah negara yang melidungi dan mempromosikan kekerasan dan terorisme akan membatalkan klaim-klaimnya tentang pemberantasan terorisme, "ujarnya.
Jubir Kemlu Iran lebih lanjut menilai pernyataan Presiden AS sebagai statemen yang keliru dan tidak relevan.
"Tudingan terhadap Republik Islam Iran bahwa negara ini adalah pendukung terorisme merupakan proyeksi dan pernyataan yang tidak dapat diterima, " tegasnya.
Di bagian lain pernyataannya, jubir Kemlu Iran menyinggung transformasi terbaru di Suriah dan pelaksanaan gencatan senjata di negara Arab ini.
"Dialog tiga negara: Republik Islam Iran, Rusia dan Turki dalam konteks perundingan Astana terus berlanjut, dan jika hal-hal yang diperlukan siap dan memerlukan pasukan untuk memantau gencatan senjata, maka jika tercapai kesepakatan, Tehran siap untuk mengirimkan pasukannya ke Suriah, "jelasnya.
Terkait dengan kemungkinan perubahan Qatar pasca Konferensi Arab-Amerika di Riyadh, Qassemi mengatakan, Iran selalu berusaha berbicara dengan negara-negara tetangga dengan bahasa persahabatan dan meningkatkan kesepahaman dan persamaan yang ada.
"Kebijakan kekuatan-kekuatan besar di kawasan tidak pernah membantu persahabatan di kawasan, dan peristiwa yang terjadi di sejumlah negara juga karena hal itu, "imbuhnya.
Jubir Kemlu Iran juga menyinggung brutalitas aparat keamanan rezim Al Khalifa yang menyerang rumah Sheihk Isa Qassim, ulama terkemuka Bahrain dan menyebabkan lima warga negara ini tewas. Menurutnya, berlanjutnya situasi seperti itu akan mengantarkan Bahrain ke "titik didih dan letusan. "
"Apa yang terjadi di Bahrain dikecam dan disalahkan, dan pemerintah Bahrain disarankan untuk menahan diri dan menghormati keyakinan warganya, " pungkasya. (RA)