Qassemi: Menuding Negara Tetangga Bukan Solusi untuk Krisis Bahrain
https://parstoday.ir/id/news/iran-i40304-qassemi_menuding_negara_tetangga_bukan_solusi_untuk_krisis_bahrain
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran mengatakan, rezim Al Khalifa lebih baik memberikan jawaban positif kepada rekomendasi berulang internasional untuk memulai perundingan dengan para pemimpin oposisi Bahrain ketimbang melakukan proyeksi dan selalu menuding tetangganya.
(last modified 2026-04-16T09:59:01+00:00 )
Jun 30, 2017 22:53 Asia/Jakarta
  • Bahram Qassemi, Jubir Kemlu RII.
    Bahram Qassemi, Jubir Kemlu RII.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran mengatakan, rezim Al Khalifa lebih baik memberikan jawaban positif kepada rekomendasi berulang internasional untuk memulai perundingan dengan para pemimpin oposisi Bahrain ketimbang melakukan proyeksi dan selalu menuding tetangganya.

Bahram Qassemi mengatakan hal itu pada Jumat (30/6/2017) ketika membantah upaya para pejabat keamaan Bahrain untuk menghubungkan persoalan internal negara ini dengan Iran.

Ia menilai upaya tersebut sebagai dalih usang dan gagal untuk menutupi persoalan internal Bahrain.

Qassemi menambahkan, para pejabat rezim Al Khalifa beberapa kali mengabarkan penangkapan sejumlah warga Bahrain dengan dalih memerangi sel-sel teroris dan mereka mengklaim bahwa orang-orang yang ditangkap itu memiliki hubungan dengan Iran.

"Masyarakat internasional memahami dengan baik bahwa krisis internal selama enam tahun di Bahrain adalah akibat dari pendekatan keamanan Al Khalifa terhadap protes sipil dan damai mayoritas rakyat di negara ini," pungkasnya.

Sejak 14 Februari 2011, rakyat Bahrain bangkit melawan kediktatoran rezim Al Khalifa. Mereka berunjuk rasa damai untuk menuntut kebebasan, keadilan, penghapusan diskriminasi dan berdirinya pemerintahan pilihan rakyat.

Namun, tuntutan damai rakyat Bahrain itu disambut dengan kekerasan oleh rezim Al Khalifa. Dengan bantuan pasukan keamanan Arab Saudi, rezim ini menumpas para aktivis dan revolusioner Bahrain serta memenjarakan mereka.

Bahrain merupakan negera terkecil di Asia Barat yang memiliki tahanan politik terbanyak. (RA)