Iran Persoalkan Langkah Troika Eropa Ikuti Dikte AS
-
Menlu Iran, Mohammad Javad Zarif
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Mohammad Javad Zarif mengkritik langkah tiga negara Eropa anggota JCPOA yang mengamini dikte destruktif Amerika Serikat terhadap Iran.
Menlu Iran mengkritik ketidakmampuan Inggris, Prancis dan Jerman dalam menjalankan komitmennya terhadap JCPOA, dan menganggap mereka sebagai sekutu Presiden AS dan Perdana Menteri rezim Zionis Israel.
Dewan Gubernur Badan Energi Atom Internasional (IAEA) pada hari Jumat (19/6/2020) menyetujui resolusi politik terhadap Iran di bawah tekanan dari Inggris, Prancis dan Jerman.
Ketiga negara Eropa ini menuduh Republik Islam Iran yang memiliki tingkat kerjasama tertinggi dengan IAEA gagal bekerja sama penuh dengan Badan Energi Atom Internasional.
Delegasi Cina di Badan Energi Atom Internasional (IAEA) Jumat malam mengeluarkan pernyataan menyesalkan keluarnya resolusi Dewan Gubernur IAEA tersebut, dan memperingatkan bahwa langkah itu akan membahayakan implementasi JCPOA.
Mikhail Ulyanov, wakil tetap Rusia untuk organisasi internasional yang berbasis di Wina juga menyebut resolusi politik IAEA terhadap Iran tidak konstruktif.
Setelah Presiden Donald Trump mengumumkan negaranya keluar dari JCPOA secara unilateral dan ilegal pada 8 Mei 2018, Iran tetap berupaya mempertahankan perjanjian nuklir internasional ini dengan syarat pihak-pihak lain juga mematuhi kewajiban mereka, tetapi pihak Eropa tidak berhasil melakukannya.
Setahun kemudian, Dewan Tinggi Keamanan Nasional Iran mengumumkan secara bertahap pengurangan komitmennya terhadap JCPOA dengan berpijak pada Pasal 26 dan 36 dari perjanjian nuklir internasional ini untuk menyeimbangkan komitmen dan hak-hak Iran.
Pada Minggu, 5 Januari 2020, pemerintah Iran mengumumkan langkah kelima dan terakhir dalam pengurangan komitmen Republik Islam Iran terhadap JCPOA.
Berdasarkan Pasal 26 dan 36 JCPOA, Iran berhak untuk menangguhkan semua atau sebagian komitmennya jika pihak lain gagal memenuhi kewajiban mereka.
Meskipun demikian, Iran menyatakan kesiapan untuk kembali menjalankan komitmennya, jika sanksi dicabut dan Iran mendapatkan manfaat dari JCPOA.(PH)