Zarif: Eropa harus Patuh terhadap Komitmen JCPOA
https://parstoday.ir/id/news/iran-i82978-zarif_eropa_harus_patuh_terhadap_komitmen_jcpoa
Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Mohammad Javad Zarif seraya mengisyaratkan sanksi terkeras selama 40 tahun terakhir mengatakan, "Akan menguntungkan Eropa jika mereka patuh terhadap komitmennya di JCPOA."
(last modified 2026-02-24T14:37:24+00:00 )
Jul 07, 2020 11:29 Asia/Jakarta
  • Menlu Iran Mohammad Javad Zarif
    Menlu Iran Mohammad Javad Zarif

Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Mohammad Javad Zarif seraya mengisyaratkan sanksi terkeras selama 40 tahun terakhir mengatakan, "Akan menguntungkan Eropa jika mereka patuh terhadap komitmennya di JCPOA."

Mohammad Javad Zarif Senin (6/7/2020) di sidang virtual MED atau Mediteranian Dialogues (MED 2020) seraya menjelaskan bahwa tidak penting bagi Tehran siapa yang menang di pemilu presiden Amerika mendatang, mengingatkan, "Perilaku Washington terhadap Tehran harus diubah dan pemerintah mendatang Amerika harus menjawab kerugian yang dipaksakan pemerintah negara ini kepada bangsa Iran."

Seraya menekankan bahwa diplomasi efektif sebuah sarana untuk menyelesaikan seluruh isu global, Zarif mengingatkan, Iran setelah lima tahun penandatanganan JCPOA sampai saat ini belum mendapat manfaat ekonomi dari kesepakatan ini karena sabotase sejumlah pihak seberang dan ketidakpatuhan Eropa.

Menlu Iran terkait upaya Amerka untuk mencegah pencabutan embargo senjata Iran mengatakan, masalah ini telah disepakati di JCPOA dan tidak ada yang dapat mengubahnya.

Zarif di kesempatan tersebut menilai penjualan senjata dan peralatan militer Amerika kepada berbagai negara merupakan salah satu faktor eskalasi intabilitas dan kerusuhan di dunia. "Nilai finansial senjata yang dijual kepada Arab Saudi setiap tahun, tiga kali lipat dari total bujet militer dan pertahanan Iran," ungkap Zarif.

Lebih lanjut Zarif di sidang virtual MED ini menekankan bahwa seluruh negara harus membantu pemulihan kondisi di Suriah. Ia mengatakan, seluruh pemain asing hanya memiliki satu tugas,yakni mempermudah pemulihan kondisi di Suriah bukannya memaksakan tuntutannya kepada rakyat negara ini.

Menyinggung isu rencana aneksasi Tepi Barat Sungai Jordan ke wilayah pendudukan Palestina, Zarif mengingatkan, solusi Tehran untuk menyelesaikan isu Palestina adalah demokrasi dan menggelar referendum sehingga rakyat Palestina dapat mengambil keputusan untuk menentukan nasib mereka sendiri.

Pertemuan ini diprakarasi kantor riset politik dan internasional Kemenlu Iran (IPIS) dan  Italian Institute for Internasional Political Studies (ISPI) dalam bentuk Dialog Mediterania (MED 2020). (MF)