Pertemuan PM Irak dengan Rahbar
https://parstoday.ir/id/news/iran-i83470-pertemuan_pm_irak_dengan_rahbar
Perdana Menteri Irak Mustafa Al Kadhimi berkunjung ke Republik Islam Iran dan bertemu dengan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei pada Rabu petang, 21 Juli 2020.
(last modified 2025-07-30T06:25:16+00:00 )
Jul 22, 2020 16:57 Asia/Jakarta
  • Pertemuan PM Irak dengan Rahbar

Perdana Menteri Irak Mustafa Al Kadhimi berkunjung ke Republik Islam Iran dan bertemu dengan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei pada Rabu petang, 21 Juli 2020.

Dalam pertemuan itu, Ayatullah Khamenei mengatakan, Iran menginginkan Irak yang terhormat dengan tetap mempertahankan integritas teritorial, persatuan dan solidaritas internal.

Menurutnya, Amerika Serikat adalah sebenar-benarnya musuh, dan ia tidak menginginkan Irak yang independen, kuat dan memiliki pemerintah hasil suara mayoritas.

Rahbar juga menegaskan penentangan Iran atas segala bentuk upaya untuk melemahkan pemerintah Irak.

Ayatullah Khamenei menuturkan, apa yang sangat penting dalam hubungan bilateral bagi Republik Islam Iran adalah kepentingan, kemaslahatan, keamanan, kehormatan, kekuatan regional, dan pemulihan kondisi Irak.

Menurut Rahbar, pandangan Amerika tentang Irak, sepenuhnya bersebarangan dengan Iran.

"Iran terkait hubungan Irak dan Amerika tidak mau ikut campur, tapi berharap sahabat kami Irak, mau mengenal Amerika, dan ketahuilah kehadiran Amerika di negara manapun selalu menjadi sumber kerusakan, dan kehancuran," ujarnya.

Rahbar menyebut teror terhadap Jenderal Syahid Qassem Soleimani, dan Syahid Abu Mahdi Al Muhandis sebagai bukti dari hasil kehadiran Amerika.

Ayatullah Khamenei smenegaskan, Republik Islam Iran tidak akan pernah melupakan teror ini, dan pasti akan memberikan pukulan balasan kepada Amerika.

Ayatullah Khamenei menambahkan, perluasan hubungan Iran dan Irak mendapat penentangan dari sejumlah pihak terutama Amerika, tapi jangan pernah takut pada Amerika, karena ia tidak bisa berbuat apa-apa.

Rahbar juga menyebut Marjaiyat dan pribadi Ayatullah Sistani sebagai sebuah nikmat besar bagi Irak.

"Hashd Al Shaabi adalah nikmat besar lainnya di Irak yang harus dipertahankan," tegas Rahbar.

Sementara itu, PM Irak menganggap pertemuannya dengan Rahbar sebagai sebuah kebahagiaan besar, dan berterimakasih atas sikap serta dukungan Iran dalam berbagai kesempatan terutama di masa perang melawan Daesh dan Takfiri.

Dia menjelaskan, rakyat Irak tidak akan pernah melupakan bantuan Iran, dan kenyataannya adalah darah rakyat Irak dan Iran bercampur dalam perang melawan Takfiri.

Mustafa Al Kadhimi menegaskan, hubungan Iran dan Irak adalah hubungan sejarah, budaya dan mazhab yang dalam dan panjang dengan bersandar pada kecintaan terhadap Ahlul Bait as.

Kepada Rahbar, PM Irak menuturkan, arahan dan nasihat Anda laksana kunci yang menyelesaikan berbagai permasalahan, dan saya berterimakasih serta bersyukur atas bimbingan ini. (RA)